Kembangkan Industri Garmen, Pemkab Klaten Dekati Investor India

Investor-Garmen-India
LAHAN BEKAS: Lahan dan bangunan bekas pabrik karung goni di Desa/ Kecamatan Delanggu mangkrak tak terpakai. (suaramerdekasolo.com/Achmad H)

* Melirik Eks Pabrik Karung Delanggu

KLATEN,suaramerdekasolo.com – Pemkab Klaten terus melakukan pendekatan kepada investor dari India yang berencana menanamkan modalnya di wilayah Kabupaten Klaten. Investor garmen itu melirik bekas pabrik karung goni di Kecamatan Delanggu.

” Kepala seksi penanaman modal terus berkomunikasi intensif melakukan pendekatan,” jelas Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pemkab Klaten, Agus Suprapto, Minggu (18/8).

Dikatakannya, investor dari India itu sudah dua kali melakukan penjajakan ke Klaten. Investor yang terngah didekati itu bergerak di bidang garmen, khususnya produksi pakaian dalam. Dalam penjajakan awal yang diinginkan bukan membuat pabrik baru tetapi menggunakan pabrik lama dengan luas lahan sekitar 10 hektare.

Salah satu yang ditawarkan Dinas adalah eks pabrik karung goni di Kecamatan Delanggu. Dari sisi luas lahan, bekas pabrik yang dulunya sangat terkenal itu memenuhi syarat. Syarat lain seperti jalan juga sudah layak sebab kelas jalannya sesuai dan dekat dengan jalan nasional.

Apabila investasi itu benar bisa masuk maka dampaknya akan positif. Tidak hanya menghasilkan devisa dan pendapatan negara tetapi akan membangun ekonomi masyarakat. Penyerapan tenaga kerja dan peningkatan ekonomi wilayah pasti akan terdongkrak. Soal perizinan Pemkab tidak masalah sebab nantinya akan ada tim teknis awal yang mengecek.

Tim Dinas

Tim itu, kata Agus, terdiri dari lintas perangkat daerah dan bidang. Terdiri dari Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup, dan lainya. Tim itu akan mengecek dan memberikan rekomendasi ke Pemkab sebelum izin dikeluarkan.

Investor melirik Klaten karena upah tenaga kerja masih terjangkau dan pekerjanya rajin. Selain investor dari India, di Klaten sudah ada beberapa investasi garmen asal Korea. Bahkan saat ini ada satu izin yang sedang diproses untuk industri serupa. Nono salah seorang warga Kota Kecamatan Delanggu mengatakan bekas pabrik itu sudah beberapa kali akan digunakan sebagai pabrik tetapi tidak berlanjut. ” Lahannya menurut informasi milik perorangan. Namun bisa saja disewa atau dibeli,” katanya.

Editor : Budi Sarmun 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here