KIat Motor Siap Luncurkan Kiat Mahesa Nusantara

0
mahesa-nusantara
MAHESA NUSANTARA : Ida Hartono memperlihatkan 3 varian Kiat Mahesa Nusantara di bengkel Kiat Motor Klaten.(suaramerdekasolo.com/Merawati Sunantri)

KLATEN,suaramerdekasolo.com – Kiat Motor Klaten memperkenalkan 3 varian baru angkutan mekanis multiguna pedesaan (AMMDes) yang diberi nama Kiat Mahesa Nusantara (KMN). Rencananya, tiga mobil tersebut akan diperkenalkan pada masyarakat Klaten pada Karnaval Pembangunan, Senin (19/8).

KMN merupakan hasil pengembangan Kiat Mahesa Wintor Indonesia yang sudah diproduksi oleh Astra Autopart. Adapun produksinya mencapai 650 unit perbulan untuk memenuhi permintaan ekspor ke beberapa negara. Terakhir sudah dilakukan pembicaraan dengan Timor Leste.

‘’Pengembangan Kiat Mahesa Nusantara yang dilakukan bekerja sama dengan Institut Otomotif Indonesia (IOI), merupakan pengembangan KMWI yang sudah diproduksi Astra Autopart. Ada beberapa keunggulan yang ditawarkan,’’ kata Direktur Kiat Motor, Ida Hartono didampingi Sukiyat ayahnya sekaligus inisiator KMWI.

Ketiga varian yang akan diperkenalkan pada masyarakat meliputi KMN jenis pick up, double cabin dan flat lengkap dengan alat perontok padi di atasnya. Angkkutan tersebut dilengkapi dengan alat yang bisa dihubungkan dengan pompa untuk pengairan lahan pertanian.

‘’Angkutan bermesin diesel ini, memang dirancang khusus untuk kebutuhan angkutan pertanian. Jadi di dalamnya, ada fasilitas penunjang pertanian. KMN dikembangkan dengan menutup beberapa kekurangan dalam model sebelumnya,’’ kata Sukiyat.

Ida menambahkan, antara KMWI dan KMN sebenarnya hampir sama, sala-sama merupakan angkutan multifungsi untuk pengairan dan perontok padi. Saat ini, harganya berkisar antara Rp 70 kita sampai Rp 100-an juta, tergantung kelengkapan yang ada.

‘’Produk KMWI yang sudah dipasarkan paling laku adalah jenis angkutan yang dilengkapi perontok padi, dengan target market di luar Jawa. Selain itu, banyak diekspor. Sedangkan KMN masih dalam tahap melengkapi persyaratan dan ujicoba sebelum bisa diproduksi massal,’’ ujar Ida Hartono.

Tenaga Surya

Sukitar menambahkan, AMMDes tersebut masih akan terus dikembangkan agar semakin bisa memenuhi kebutuhan pertanian. Ke depan, KMN akan dikembangkan lagi untuk menyiasati makin minimnya energi fosil minyak bumi

‘’Saat ini, energi fosil semakin menipis. Jadi untuk pengembangan Kiat Mahesa ke depan kemungkinan akan menggunakan tenaga surya. Saat ini, tenaga surya yang melimpah belum banyak dimanfaatkan untuk transportasi. Namun ini masih membutuhkan waktu untuk penelitian,’’ ujar Sukiyat.

Sementara itu, rencana mengikutikan KMN dalam karnaval pembangunan peringatan HUT RI ke-74 bertujuan memperkenalkan produk asal Klaten yang diharapkan bisa menjadi andil dalam pengembangan angkutan pertanian nasional.(Merawati Sunantri)

 Editor : Budi Sarmun 

 

Tinggalkan Pesan