Kloter 1 Debarkasi Solo Asal Sukoharjo Tiba di Tanah Air

0
14
haji-solo1

 

*Sujud Syukur Dan Diperiksa Suhunya

BOYOLALI,suaramerdekasolo.com  – Kloter pertama jamaah haji asal Kabupaten Sukoharjo dari Debarkasi Solo tiba di Bandara Adi Sumormo Boyolali Pukul 10.30 WIB, Minggu (18/8). Sujud syukur pun dilakukan para jamaah saat turun dari pesawat, isak tangis bahagia tidak terbendung dari air mata.

Kedatangan mereka disambut oleh Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Jateng, Farhani, maupun Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya di Asrama Haji Donohudan Boyolali. “Alhamdulillah, bisa tiba dengan selamat. Semua pelaksanaan ibadah haji berjalan lancar,” salah satu jamaah, Yatno, Minggu.

Sementara itu Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen mengajak jamaah haji untuk menebar kebaikan sepulang menunaikan ibadah haji. Para jamaah juga harus tetap menjaga kebersamaan dan meningkatkan toleransi.

“Selama ibadah haji pasti ada kebersamaan, itu tidak dengan satu kloter saja tapi juga jamaah di pemondokan. Saya lihat kebersamaan itu, maka bawalah itu ke masyaraka setelah pulang. Itu penting untuk kelancaran membangun Indonesia maju dan unggul,” terang dia.

Terpisah Kasubag Penerangan Humas dan Protokol Debarkasi Solo, Agus Widakdo mengatakan jika kedatangan kloter-kloter awal mengalami perubahan baik maju atau mundur. Ini terkait dengan penerbangan traffic di Arab Saudi sendiri yang paday, karena seluruh jamaah di berbagai Negara juga pada pulang.

Untuk kloter pertama awalnya tiba pukul 09.45 WIB, berubah pukul 10.20 WIB namun berubah lagi pukul 10.45 WIB. “Memang ada perubahan jadwal kepulangan. Kalau maju dari sana ya maju, kalau mundur ya mundur. Dari data yang masuk itu kloter yang terjadi perubahan, kloter 1, 20, 21, 22 dan 32,” papar dia.

Ukur Suhu Tubuh

Ketika jamaah turun dari pesawat langsung masuk ke bus penjemputan menuju Asrama Haji Donohudan. Di asrama para jamaah akan dicek dengan thermoscan terkait dengan suhu tubuh. Ini untuk mengantisipasi adanya virus yang dibawa jamaah dari Arab Saudi.

“Sebelum pulang ke daerah jamaah akan di cek thermoscan dulu di Gedung Muzdalifah. Jadi akan tahu suhu tubuh jamaah berapa, saat ada indikasi melebihi suhu tubuhnya akan di observasi lebih lanjut,” ungkap dia.

Menurutnya, pada tahun ini untuk jamaah haji yang meninggal mengalami penurunan. Jika tahun lalu ada 35 jamaah, tahun ini mencapai 22 jamaah. Karena tahun ada pengetatan terkait istitoah kesehatan jamaah sesuai ketentuan, selain itu kondisi cuaca di Arab Saudi sempat turun hujan dan itu memberikan suasana sejuk serta memberikan kesehatan bagi jamaah.

“Mudah-mudahan sampai dengan kloter 97 mendatang trend positif ini tetap berlanjut. Memang data tahun-tahun sebelumnya itu mengalamai naik turun, tapi sejak tahun lalu memang menurun. Kedepan memang untuk kesehatan jamaah harus menjadi perhatian mengingat ibadah haji itu membutuhkan fisik,” tandasnya. (Ari Welianto)

Editor : Budi Sarmun 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here