Pembalap Solo Raya Adu Kebut di Negeri Jiran

0
116
pembalap-pelatnas-npci
ASAH KECEPATAN: Sejumlah pembalap pelatnas paracycling NPCI mengasah kecepatan dalam latihan di jalur jalan raya Solo-Klaten, beberapa waktu lalu.(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

 

*Try Out Tim Paracycling NPCI

SOLO,suaramerdekasolo.com – Empat pembalap sepeda difabel dari Solo Raya bakal bersaing di Malaysia pada Selasa-Jumat (20-23/8) ini. Mereka yang tergabung dalam tim pelatnas National Paralympic Committee Indonesia (NPCI), bakal beradu kebut pada ajang Malaysian International Paracycling Race 2019.

Ke empat atlet itu adalah Iwan Susanto dan Ratifah Apriyanti dari Boyolali, Slamet Kardiman (Sragen), serta Wagiyo (Karangnyar). Mereka merupakan para pembalap debutan yang turut dipersiapkan untuk bersaing pada ASEAN Para Games (APG) Filipina 2019.

‘’Ada 13 atlet paracycling yang diturunkan pada kejuaraan internasional di Malaysia, empat di antaranya dari eks Karesidenan Surakarta. Karena masih baru, empat atlet baru itu belum punya surat klasifikasi resmi internasional,’’ kata koordinator paracycling NPCI, Fadilah Umar, Senin (19/8).

Pria yang juga dosen Fakultas Keolahragaan (FKor) UNS Surakarta tersebut berharap, pihak panitia menghadirkan klasifier dari Persatuan Balap Sepeda Internasional atau Union Cycliste Internationale (UCI). Jika demikian, maka para atlet debutan NPCI bisa sekaligus mendapatkan keabsahan klasifikasi kecacatannya.

Tiga Belas Atlet

Dari 13 pembalap yang sasaran utamanya mengejar medali emas di APG Filipina 2019 itu, terdapat enam atlet yang telah bersaing pada Asian Para Games Jakarta 2018. Atlet-atlet lama itu adalah Muhammad Fadli Imammuddin yang masuk klasifikasi MC-4, M Habib Shaleh (MC-2), Tryagus Arief Rachman (MC-2), Saiful Anwar (MC-3), serta Marthin Losu dan Sufyan Saori (keduanya MC-5).

Seluruh atlet debutan belum pernah menjalani pengecekan oleh klasifier UCI. Kendati demikian, secara internal mereka telah dikasifikasi. Slamet diprediksi masuk klasifikasi MC-2, Wagiyo MC-3, Iwan Susanto MC-4 dan Ratifah WC-4. Tiga debutan lain dari luar Solo Raya juga demikian, yakni Mian Sirait (MC-5), Mistiyah (WC-4) dan Suriyani (MC-5).

‘’Bagi para debutan, kejuaraan di Malaysia kami manfaatkan sebagai arena menambah jam terbang mereka,’’ ujar Umar.

Namun bagi pembalap lama bisa, ajang itu dimanfaatkan memburu medali sekaligus menambah pengalaman. ‘’Fadli Imammuddin juga ditargetkan merebut medali, sehingga meningkatkan peluang dia dalam memburu tiket menuju Paralympic Tokyo 2020,’’ ungkap Umar.(Setyo Wiyono)

Editor : Budi Sarmun

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here