68 Kontingen Meriahkan Karnaval Pembangunan

0
23
karnaval-pembangunan
ANGKUTAN PEDESAAN : Kiat Motor memamerkan 3 varian Kiat Mahesa Musantara pada karnaval pembangunan di Jalan Pemuda Klaten, Senin (19/8).(suaramerdekasolo.com/Merawati Sunantri)

KLATEN,suaramerdekasolo.com – Ribuan masyarakat Klaten memenuhi di sepanjang Jalan Pemuda, pada Senin (19/8). Mereka menyaksikan arak-arakan kendaraan hias pada karnaval pembangunan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-74. Semua peserta tampil maksimal mengusung tema berbeda.

Ada 68 kontingen ambil bagian dalam kegiatan tahunan tersebut, termasuk kontingen dari 26 kecamatan, organisasi perangkat daerah (OPD), perusahaan swasta, Perusda, organisasi masyarakat dan lainnya. Mereka bergerak dari perempatan Bareng di sepanjang Jalan Pemuda dan berakhir usai melintas di panggung kehormatan di depan rumah dinas bupati.

‘’Karnaval pembangunan diikuti 68 peserta yang menampilkan potensi yang ada di Kabupaten Klaten. Itu merupakan produk pembangunan yang dilaksanakan di Klaten untuk mewujudkan Kabupaten Klaten yang maju mandiri dan berdaya saing,’’ kata Ketua Panitia Hari Jadi Klaten ke-215 dan HURT RI ke-74, Purwanto AC.

Potensi Seni Budaya

Berbeda dengan karnaval budaya sehari sebelumnya, peserta karnaval pembangunan tidak menggelar atraksi di depan panggung kehormatan. Mereka hanya melintas sambil melambaikan tangan kepada Bupati Sri Mulyani, jajaran Forkompimda, para pejabat dan tamu undangan yang hadir.

Ada berbagai tema ditampilkan seperti Klaten Kota Bunga Sejuta Warna, potensi pertanian, peternakan, industri dan masih banyak lagi. Salah satu kontingen yang cukup mencuri perhatian pengunjung adalah Kiat Motor yang menampilkan 3 varian Angkutan Mekanic Multiguna Pedesaan (AMMDes) Kiat Mahesa Nusantara.

Kegiatan berlangsung dengan pengamanan dari aparat Polres Klaten dan Satpol PP, serta dibantu ormas terkait. Sehari sebelumnya, di lokasi yang sama berlangsung karnaval budaya diikuti 37 kontingen. Peserta menampilkan potensi seni budaya yang ada di wilayahnya, baik tarian maupun atraksi seni budaya.(Merawati Sunantri)

Editor : Budi Sarmun

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here