Diduga Rekening Diblokir Oknum Pegawai Bank, Anggota Polri Ini Harus Ngutang Hidupi Keluarga

0
pemblokiran-rekening-bank
BERCENGKRAMA- Anggota Polri, Denny Setyawan (kiri) bercengkrama dengan kuasa hukumnya, Heroe Setiyanto SH MH saat berada di kantin untuk menunggu sidang, Selasa (20/8). (suaramerdekasolo.com/Sri Hartanto)

 

*Tidak Terlibat Berbagai Tindak Kejahatan

SOLO, suaramerdekasolo.com – Apa jadinya bila rekening anda tiba-tiba diblokir pihak bank tanpa ada pemberitahuan apa-apa. Padahal separuh dari harta anda yakni uang hasil jerih payah, terlanjur masuk di rekening itu. Dan Anda tidak bisa mengaksesnya, apalagi melakukan transaksi baik mengambil atau mengirim uang. Pasti pusing tujuh keliling !

Nah, peristwa ini benar-benar terjadi. Dan pihak yang sedang mengalami musibah ini adalah salah satu anggota Polri yang bertugas di Solo, bernama Brigadir Denny Setyawan.
Atas peristiwa tersebut Denny dibuat ekstra bersabar. Lantaran uangnya yang tersimpan di Bank Republik Indonesia (BRI), bank tempatnya menaruh uang, tak bisa diotak atik, alias rekeningnya diduga diblokir oleh seorang oknum pegawai bank.

Padahal, menurut pengetahuannya, proses pemblokiran harus ada pemberitahuan, ada institusi penegak hukum yang meminta pemblokiran, dan tentunya ada permohonan pemilik rekening.

Dari pengakuan yang bersangkutan, prosedur-prosedur tersebut tidak pernah dilakukan pihak bank, termasuk pemberitahuan kepadanya. Sehingga atas kejadian ini kehidupanya terusik. 

”Dengan adanya pemblokiran rekening, membuat saya sangat menderita, sebab uang yang ada direkening hanya transfer gaji di setiap bulannya. Adanya pemblokiran rekening, jelas saya tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup dalam rumah tangga. Untuk biaya hidup sendiri saja, saya harus pinjam uang kesana-kemari,” ungkap Denny disela sidang di PN Surakarta, Selasa (20/8).

Kepada suaramerdekasolo.com anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Surakarta menyampaikan sedikit kronologi, bahwa sejak tiga bulan lalu sama sekali tidak bisa mengambil uang gaji yang tersimpan di bank yang berkantor di Jalan Slamet Riyadi Solo.

Meski sudah beberapa kali meminta penjelasan kepada pihak bank terkait rekeningnya yang diblokir. Namun iatidak mendapatkan penjelasan yang memuaskan.
Karena merasa diperlakukan tidak adil, anggota polisi berpangkat bintara yang bertugas di opsnal Satresnarkoba mengadukan hal itu ke Pengadilan Negeri (PN) Surakarta dengan harapan untuk mendapat rasa keadilan dan kebenaran.

”Langkah ini harus saya lakukan, sebab sudah beberapa kali saya meminta penjelasan ke pimpinan BRI, namun tidak mendapat kejelasan kenapa nomor rekening saya diblokir,” ungkap Denny Setyawan yang sesungguhnya mengetahui siapa yang memblokir rekeningnya namun ia enggan menyebut nama karyawati bank yang memblokir rekeningnya. 

Bolak-balik Sidang

Perkara ini akhirnya benar-benar bergulir di meja hijau. Prosesnya pun sudah tiga kali sidang dengan agenda mediasi. Lagi-lagi pihak BRI sepertinya tidak serius menyelesaikannya perkara pemblokiran rekening ini. 

Pada sidang pertama, BRI yang diwakili Manager Operasional, Sunarno tidak mengantongi surat izin atau surat kuasa beracara di persidangan. Lanjut sidang kedua, pihak bank telah mengakui memblokir rekening milik Denny yang dilakukan pegawai di internal bank. Meski dihadapan mediator, pihak bank mengaku salah, namun hanya meminta maaf kepada Denny yang didampingi penasihat hukumnya, Heroe Setiyanto SH. Sidang mediasi tersebut akhirnya mengalami jalan buntu, sebab gugatan ganti rugi yang dimohon Denny tidak dipenuhi pihak bank. 

Manager Operasional BRI, Sunarno saat ditemui mengakui telah mengetahui karyawan bank yang memblokir rekening milik Denny. Hanya saja, dia tidak bersedia menyebut nama karyawan bank yang memblokir rekening milik Denny Setyawan. 

Disela menunggu sidang mediasi di pengadilan, Sunarno akan menjelaskan masalah yang timbul di hadapan majelis hakim. ”Tunggu saja, masalah yang timbul akan kami jawab dalam persidangan,” urainya.

Namun dalam sidang perdana sekitar tiga pekan lalu, Sunarno tidak bisa menjelaskan masalahnya di persidangan, lantaran tidak mengantongi surat kuasa dari pihak bank untuk beracara di pengadilan. 

Adapun sidang ketiga pada Selasa (20/8) kemarin, perwakilan pihak BRI yakni Deni Ferdian Pramuda lagi-lagi menyatakan belum siap dalam sidang berikutnya di hadapan majelis hakim.

Dan lagi-lagi kesabaran Denny benar-benar diuji dalam perkara pemblokiran rekening ini.(Sri Hartanto)

Editor : Budi Sarmun 

 

 

Tinggalkan Pesan