DPD Partai Hanura Jateng Segera Plt-kan Ketua DPD Hanura Solo

0
45
partai-hanura4
PERNYATAAN PERS : Ketua DPD Hanura Jateng Bambang Raya Saputra (tengah) Sekretaris DPD Partai Hanura Jateng Adenk Sudarwanto (kanan), dan Wakil Sekretaris DPD Partai Hanura Jateng Budi Susilo (kiri) memberikan pernyataan pers kepada wartawan di Atria Resto Solo, Selasa (20/8). (suaramerdekasolo.com/Budi Santoso)


*Diduga Inisiatori Pertemuan 13 DPC Hanura Jateng

SOLO,suaramerdekasolo.comPernyataan sikap 13 DPC Partai Hanura Jateng menyoroti kondisi internal partai yang digelar di Solo, Senin (19/8) ternyata berbuntut panjang.
DPD Partai Hanura Jateng secara resmi mengeluarkan pernyataan melalui ketuanya Bambang Raya Saputra bahwa perlu adanya pelurusan di media tentang kegiatan 13 DPC Partai Hanura. Bahwa kegiatan 13 DPC Solo yang digelar di salah satu hotel di Jalan Slamet Riyadi dinyatakankan berizin.

Selain itu, DPD Partai Hanura Jateng segera mengeluarkan sanksi tegas berupa pemberian status Pelaksana tugas (plt) kepada ketua DPC Hanura Solo atas kegiatan tersebut.

Ketua DPD Partai Hanura Jateng Bambang Raya Saputra melalui Sekretaris DPD Adenk Sudarwanto mengatakan, karena kegiatan 13 DPC Partai Hanura di Solo tidak mendapatkan izin resmi dari DPD Jateng. Lalu hasil dari pertemuan itu malah menyimpang dan mengkritisi kondisi internal partai, maka DPD secara tegas segera mengeluarkan sanksi.

“Sanksinya apa, sanksinya adalah ketua DPC Partai Hanura Solo di Plt kan,” tegasnya kepada wartawan di Atria Resto Solo, Selasa (20/8) 

Adenk Sudarwanto yang saat itu mendampingi Bambang Raya Saputra menegaskan, informasi yang diterima DPD, bahwasanya kegiatan 13 DPC Partai Hanura di Jateng semula adalah rapat koordinasi antar pimpinan DPC. Tetapi dalam perjalanannya rapat itu tidak menghadirkan pengurus DPD. Malahan rapat itu malah menyampaikan pernyataan sikap yang ditandatangi 13 unsur DPC Partai Hanura yang mengkritisi kepemimpinan Ketua DPP Partai Hanura Oesman Sapta Odang.

“Padahal undangan rapat koordinasi itu tidak ada. Itu pertemuan seharusnya untuk bahan dibawa ke Rapimda di Bandungan pada 24-25 Agustus mendatang, tapi ternyata isinya lain,” tandasnya.

Bambang Raya menambahkan, saksi tegas kepada inisiator kegiatan di Solo lalu harus dijatuhkan. Mengingat hasil kegiatan yang dipublikasikan di media massa itu telah memberikan dampak terhadap internal partai.
(Budi Santoso)

Editor : Hartanto Gondes

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here