Modul Sebatas Ditawarkan ke Orang Tua, Dinas Berikan Klarifikasi

0
modul-sekolah2
DAFTAR HARGA: Daftar harga modul yang beredar di sekolah juga beredar di dunia maya. (suaramerdekasolo.com/Achmad H)

KLATEN,suaramerdekasolo.com – Dinas Pendidikan Pemkab Klaten menyebut polemik pengadaan modul pendamping siswa hanya sebatas tawaran. Tawaran dari perusahaan daerah kepada orang tua siswa.

” Itu buku ditawarkan kepada orang tua murid oleh perusahaan daerah,” ungkap Plt Kepala Dinas Pendidikan Pemkab Klaten, Sri Nugroho, Selasa (20/8).

Menurutnya setelah polemik modul pendamping siswa itu mencuat di masyarakat, Dinas meminta klarifikasi ke bidang SMP yang ada di Dinas. Termasuk meminta penjelasan kepada musyawarah kerja kepala sekolah (MKKS) SMP. Hasilnya modul yang jadi polemik itu baru sebatas penawaran dari perusda.

Sama halnya perusahaan atau pihak penerbit buku lain yang menawarkan ke orang tua siswa. Orang tua bisa menyetujui tawaran itu dan bisa tidak. Sejak awal, Dinas tidak mengetahui ada penawaran semacam itu. Bukan saja soal modul, tetapi juga masalah seragam.

Yang jelas, setiap kesempatan jajaran Dinas sudah ditekankan untuk tidak membuat kebijakan yang berpotensi melanggar aturan. Seragam selama ini, Dinas tidak menangani sebab semua diserahkan ke orang tua siswa.

Rawan Gratifikasi

Menurut Koordinator Aliansi Rakyat Anti Korupsi Kabupaten Klaten (ARAKK) Abdul Muslih meskipun tidak ada paksaan tetapi tetap berpotensi terjadi pemaksaan secara tidak langsung. Paling tidak akan membuat resah pada siswa dan orang tua. Sebab, kata Muslih, orang tua dan siswa jika menerima sesuatu informasi yang melalui sekolah, pemahaman mereka seperti keharusan.

” Sangat tidak mungkin sekolah tidak mengetahui penawaran itu,” katanya.

Dengan mengetahui itu saja, bisa berpotensi terjadi praktik gratifikasi antara sekolah dan perusahaan. Hal itulah yang harus dicegah sebab jangan sampai sekolah menjadi ajang bisnis dan gratifikasi.

Pengadaan atau penawaran modul selalu saja ada setiap tahun usai tahun ajaran baru. Tahun lalu, aliansi bahkan sudah melapor ke Pemkab dan aparat penegak hukum. Sebab sekolah sesuai aturan memang dilarang memperjualbelikan bahan ajar di sekolah.

Diberitakan sebelumnya warga resah sebab siswa menerima selebaran daftar harga dan pemesanan 2 modul pendamping siswa. Harganya Rp 12.500 sampai Rp 16.000 per buku. (Achmad H)

Editor : Budi Sarmun

 

Tinggalkan Pesan