NPCI Solo Buru 12 Medali Emas

0
npc-solo
EMACU KECEPATAN: Salah seorang perenang NPCI Solo Arman Septian Wibowo memacu kecepatannya saat lomba 100 meter gaya dada kelas S14 di kolam renang Tirta Mas Cilacap, Selasa (20/8). (suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

 

*Kejurprov untuk Dongkrak Jam Terbang

SOLO,suaramerdekasolo.com – Tim National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Solo memburu 12 medali emas pada Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) di Cilacap, Senin-Kamis (19-22/8). Simbol-simbol juara tersebut akan berusaha diwujudkan dari arena tiga cabang olahraga yang digelar, yakni renang, tenis meja dan bulutangkis.

‘’Ya, kami perhitungkan sekitar 12 medali emas yang bisa dibawa pulang. Tumpuannya lebih pada atlet-atlet senior. Padahal tidak banyak atlet senior yang turut dalam kontingen kami,’’ kata Ketua Umum NPCI Solo, Bangun Sugito di sela-sela memantau atletnya berlomba di kolam renang Tirta Mas kawasan Sidanegara Cilacap, Selasa (20/8).

Tim Kota Bengawan memang menurunkan atlet terbanyak di cabang renang. Tercatat 17 atlet yang bersaing di ajang itu, namun atlet kawakan yang dikirimkan tidak lebih dari separuhnya. Sebagian besar perenang pemula usia sekolah yang diturunkan pada ajang tersebut. Tentu saja pengalaman berkompetisi mereka masih jauh dari cukup.

‘’Mudah-mudahan enam hingga tujuh medali emas dapat bisa kami peroleh di kolam renang. Lainnya dari tenis meja dan bulutangkis,’’ tambah dia.

Proses Panjang

Kendati demikian, Sugito meminta para atlet mudanya untuk tidak mudah patah arang. Sebab butuh proses panjang bagi seorang atlet untuk mencapai hasil maksimal. Selain 17 perenang, tim Solo juga memboyong tujuh atlet tenis meja dan dua atlet tenis meja. Jadi totalnya 26 atlet.

‘’Kalau bersama ofisialnya, keseluruhan ada 45 orang dari kontingen Solo.’’

Menurut dia, justru persaingan dalam kejurprov yang diikuti seluruh kota/kabupaten se-Jateng tersebut sangat bermanfaat untuk memacu peningkatan kemampuan dan membangun karakter berkompetisi para pemula.

‘’Jadi target kami pada kejurprov ini sebenarnya lebih pada mendongkrak jam terbang para atlet pemula Solo. Kami berharap mental anak-anak semakin tertantang untuk lebih berkembang, seusai mengikuti ajang ini,’’ ujar pria yang pernah menggeluti cabang renang, atletik dan tenis meja itu.

Dia menambahkan, sebenarnya Solo memiliki sederet atlet andal pada tiga cabang yang digelar tersebut. Namun para atlet yang telah mempunyai banyak prestasi, sebagian besar masuk dalam pelatnas NPCI guna menghadapi ASEAN Para Games (APG) Filipina 2019.

‘’Maka kami melangkah untuk melakukan pembinaan terhadap bibit-bibit atlet sebagai rangkaian regenerasi mendatang,’’ jelasnya.(Setyo Wiyono)

Editor : Budi Sarmun

 

Tinggalkan Pesan