Satpol PP Karanganyar Usul Mobil Damkar Di Tiap eks Kawedanan

0
mobil-damkar-karanganyar
MOBIL DAMKAR – Unit mobil Damkar Kabupaten Karanganyar yang harus selalu waspada dan siap sedia. (suaramerdekasolo.com/Joko DH)

KARANGANYAR,suaramerdekasolo.com – Kebakaran makin sering di musim kemarau ini di Karanganyar. Sehari rata-rata dua kali terjadi. Biasanya karena keteledoran manusia. Kebanyakan warga yang sembrono membakar sampah dan ditinggal begitu saja sehingga merembet, atau rumah jaringan listriknya sembarangan.

’’Kami  sudah secara intensif mengingatkan agar warga tidak sembarangan bermain api, membuang rokok menyala, memperbaiki saluran listrik dan tidak seenaknya menyambung. Sebab berbahaya. Saat musim panas seperti sekarang api sangat cepat berkobar,’’ kata Kurniadi Maulato, Kepala Satpol PP yang juga membawahi satuan Damkar, Rabu.

Dia mengatakan, untuk antisipasi sejak dua tahun lalu saat mulai penggabungan Damkar ke instansi Satpol PP, dia sudah mengajukan usul agar geraknya cepat maka dibentuk Damkar di tiap eks kawedanan Karanganyar. Seperti di Karangpandan yang membawahi sebelah timur, Jatipuro di selatan, Colomadu di barat.

Namun hingga sekarang belum memungkinkan direalisasi karena memang menyangkut penganggaran, aturan, dan sebagainya. Belum lagi ada selentingan Damkar akan dijadikan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD), akan jadi instansi setingkat dinas, dan lainnya. Termasuk digabungkan dengan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah).

Karena itu akhirnya pembahasan yang mulai intensif ditunda menunggu kejelasan keputusan soal itu. Sehingga termasuk rencana-rencana pengembangan langkah Damkar agar lebih terencana dan baik untuk masyarakat dipending.

‘’Sekarang seperti kembali dari nol lagi sehingga fungsi Damkar menjadi seperti sekarang tetap bersifat menunggu jika ada kebakaran. Hanya saja ada tambahan kekuatan armada menjadi empat mobil Damkar dan satu unit mobil tangki untuk menyuplai air jika terjadi kebakaran.’’

Untuk menempatkan mobil Damkar dan awak armada lainnya masih terkendala. Sebab setidaknya dua unit mobil di tiap eks kawedanan untuk antisipasi. Beruntung kerjasama antardaerah soal kebakaran ini sudah bagus sehingga jika terjadi kebakaran skala besar bantuan dari daerah lain dengan cepat berdatangan.

Kurniadi mengatakan, sekarang ini ada 12 PNS di unit Damkar dan 17 tenaga honorer yang berjibaku jika terjadi kebakaran. Masih ada petugas Satpol PP,  BPBD, SAR, yang juga siap meluncur membantu bila ada bencana api.

Setiap hari selalu siaga minimal tujuh orang dari kelompok itu yan stand by jika sewaktu-waktu ada panggilan masuk. Tidak boleh ada waktu kosong agar jika ada laporan masuk dengan cepat diantisiasi.

‘’Memang harus diakui dengan kondisi ini, petugas Damkar harus pontang-panting karena sehari bisa dua kali bergerak. Tapi mau bagaimana lagi jika kondisinya memang seperti ini. Petugas ibarat tak bisa istirahat dengan leluasa. Belum lagi jika sedikit telat maka sumpah serapah warga berdatangan. Semua harus diterima dengan lapang dada sebab memang itu resiko pelayan masyarakat.

Dia berharap kondisi kemarau normal saja tidak ekstrim, dan warga ikut membantu dengan tidak membakar sampah, membuang puntung roko, mengecek aliran listrik.(Joko DH)

Editor : Budi Sarmun

 

Tinggalkan Pesan