Balita 5 Tahun Asal Sukoharjo Mengidap Osteogenesis Imperfecta

0
penyakit-tulang-mudah-patah

 

*Tulang Mudah Patah

SUKOHARJO,suaramerdekasolo.com – Nasib malang dialami balita berusia 5 tahun bernama Abbrizah Hamam Zufar. Dimana putri dari pasangan Maryono (40) dan Anita Agustina (34), warga Dusun Badongan RT 01 RW 01 Desa Sanggrahan, Kecamatan Grogol mengidap penyakit Osteogenesis Imperfecta (OI) atau kelainan tulang yang menyebabkan tulangnya mudah rapuh dan patah.

Hamam, sapaan akrabnya harus beraktivitas di atas kasur dan kursi kursi roda untuk kesehariannya tidak seperti anak seusianya. Karena kakinya bengkok, untuk komunikasi dan diajak bicara bisa dan lancar, karena dari punggung sampai atas tidak masalah. Hanya dari punggung sampai kaki yang dialami.

Anita, ibu Hamam mengatakan mengetahui anaknya mengidap penyakit ini sejak usia tiga minggu. Sehingga sering patah tulang kaki kanan kiri dan harus bolak-balik ke rumah sakit untuk penanganan.

“Saat lahir belum ketahuan, baru umur tiga minggu ketahuan jika mengidap Osteogenesis Imperfecta. Umur tiga minggu itu sudah di gips, karena patah,” ujar dia saat ditemui di rumahnya.

Awalnya mengira jika anak kedua dari tiga bersaudara ini hanya menderita tulang bengkok saja, namun saat dibawa ke dokter buat diperiksa ternyata diketahui mengalami Osteogenesis Imperfecta. Saat proses kehamilan sering diperiksa secara rutin, tapi saat masuk usia kehamilan akhir posisi bayi sungsang. “Saat hamil tidak ada masalah dan rutin periksa. Tapi menjelang melahirkan itu posisinya sungsang,” imbuh ibu rumah tangga ini.

Dikunjungi Wakil Bupati

Akibat mengidap penyakit langka ini, tulang kaki kanan kiri, Hamam sering patah dan harus datang ke rumah sakit. Pernah malam-malam sekitar pukul 02.00 WIB, patah dan langsung ke rumah sakit. Tapi dua tahun ini sudah tidak sering patah, hanya merasakan nyeri saja.

“Itu sudah delapan kali patah. Dari dokter menyarankan operasi untuk meluruskan tulang yang bengkok. Belum tahu biaya operasi berapa, belum ketemu dokternya lagi dan rencana pekan depan. Kami tidak masalah, asal bisa jalan lagi,” terang dia.

Untuk biaya perawatan selama ini, menggunakan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) BPJS Mandiri. Tidak ada bantuan dari pemerintah kabupaten (Pemkab), apalagi suaminya bekerja sebagai tukang bangunan.“Biasanya itu pinjam uang buat pengobatan jika tiba-tiba merasakan sakit,” ungkap Ayah Hamam, Maryono.

Sementara itu mengetahui ada warga yang mengidap penyakit langka, Wakil Bupati Sukoharjo, Purwadi mendatangi langsung kediaman Abbrizah Hamam Zufar. Selain melihat kondisi langsung, dia juga menyemangati dan memberikan motivasi kepada kedua orang tuanya untuk bersabar. “Jangan sampai orang tua kecil hati, karena ini adalah karunia dari Allah SWT. Dijalankan apa adanya, mudah-mudahan dengan ini mendapat rejeki yang lebih,” paparnya.

Dari Pemda akan mengupayakan bagaimana cara meringankan beban orang tua. Nanti dari BPJS mandiri yang berbayar akan dialihkan ke KIS untuk mengkover pengobatan anaknya, jadi tidak mengeluarkan biaya lagi. Karena untuk biaya hidup saja sudah berat. (Ari Welianto)

Editor : Budi Sarmun

 

Tinggalkan Pesan