Bayar Utang Dengan Cek Kosong, Bos PT Petrolium Ditangkap

0
54
kasus-penipuan
Penipuan: Kapolsek Banjarsari Kompol AKBP Demianus Palulungan dan tersangka Ema Tri Handito saat gelar kasus penipuan di Mapolsek, Kamis (22/8). (Suaramerdekasolo.com/Ari Purnomo Apl)

 

SOLO,suaramerdekasolo.com –  Bos PT Petrolium, Ema Tri Handito (42) ditangkap jajaran Polsek Banjarsari, Solo, Jateng Kamis (22/8). Ema didakwa melakukan tindak pidana penipuan dan atau penggelapan setelah membayar utang senilai Rp 3 miliar menggunakan cek kosong. Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, Ema harus mendekam di penjara dan terancam hukuman empat tahun.

Penangkapan Bos PT Petrolium bermula ketika tersangka meminjam dana talangan kepada PT SHA  milik Aryo Hidayat Adiseno senilai Rp 3 miliar untuk keperluan proyek. Peminjaman itu dilakukan secara bertahap mulai dari tahun 2016 hingga 2017. Kepada korban, tersangka berjanji akan mengembalikan fee sebesar 15 persen saat pengembalian tahun 2018.

Tetapi, saat waktu pembayaran tiba ternyata Ema tidak juga mengembalikan uang yang dipinjamnya. Kepada korban, tersangka terus meminta waktu untuk mengembalikan uang tersebut. Kemudian pada 14 November 2018, tersangka memberikan dua cek kosong kepada korban.

Cek tersebut senilai Rp 2 miliar dengan nomor GQ 497289 bank Mandiri. Kemudian, untuk senilai Rp 1 miliar diberikan tersangka dengan bank yang sama dengan nomor GQ 497288. Dua cek tersebut dengan jatuh tempo 29 November 2018. Akan tetapi, saat korban hendak mencairkan cek tersebut, ternyata cek itu kosong.

Kapolsek Banjarsari Kompol Demianus Palulungan mengatakan, setelah korban mengetahui bahwa cek kosong, korban menghubungi tersangka. Kemudian tersangka meminta waktu untuk tempo pembayaran. “Karena waktu tempo terus diulur-ulur, korban pun sudah hilang kesabaran dan melaporkan kasus ini kepada pihak kepolisian. Setelah kami lakukan penyelidikan, kami tangkap tersangka,” katanya.

Pengakuan Tersangka

Kapolsek mengatakan, dari pengakuan tersangka tidak ada niat untuk melakukan penipuan atau pun penggelapan. Dia juga sedang menunggu pembayaran dari pihak lain. “Tapi itu kan baru pengakuan dari tersangka. Tersangka dijerat dengan pasal 372 dan atau 378 KUHP tentang penipuan dan penggelapan. Ancaman hukumannya maksimal empat tahun,” katanya.

Sementara, tersangak Ema mengaku, selama ini antara perusahaannya dengan korban memang sudah menjalin kerjasama. Tersangka menjadi penyuplai BBM kepada korban. Karena sudah mendapatkan kepercayaan, tersangka pun meminjam uang kepada korban dengan alasan proyek.

“Karena sudah percaya, saya pinjam uang atau dana talangan untuk menyuplai yang lain. Tetapi, mereka juga belum membayar sehingga saya juga tidak bisa mengembalikan uang pinjaman,” katanya. (Ari Purnomo Apl)

Editor : Hartanto Gondes

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here