Bayar Utang Pakai Cek Kosong, Bos Minyak PT Laros Petrolium Masuk Penjara

0
penggelapan-uang
TANGKAP- Bos PT Laros Petrolium, Ema Tri Handito, tersangka kasus penggelapan uang Rp 3 miliar yang diamankan di Polsek Banjarsari, Kamis (22/8). Suaramerdekasolo.com

SOLO, suaramerdekasolo.com- Bos PT Laros Petrolium, Ema Tri Handito (42) ditangkap anggota Polsek Banjarsari, Kamis (22/8). Ema berurusan dengan petugas karena gagal membayar utang ke PT SHA.


Owner PT Laros Petrolium itu diduga melakukan tindak pidana penipuan dan atau penggelapan, karena menyetor hutang ke PT SHA menggunakan cek kosong. Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, Ema ditahan di Polsek Banjarsari sejak dia ditangkap.


Penangkapan Bos PT Laros Petrolium tersebut, awalnya yang bersangkutan meminjam dana talangan kepada PT SHA milik Aryo Hidayat Adiseno senilai Rp 3 miliar untuk memperluas proyek. Peminjaman itu dilakukan secara bertahap mulai dari tahun 2016 hingga 2017. Kepada pihak PT SHA, tersangka berjanji akan mengembalikan fee sebesar 15 persen saat pengembalian tahun 2018.


Tetapi, saat jatuh tempo pembayaran, Ema tidak dapat mengembalikan uang pinjamqn. Kepada pemilik PT SHA, tersangka meminta waktu lagi untuk mengembalikan uang tersebut. Kemudian pada 14 November 2018, tersangka memberikan dua cek kosong ke PT SHA, perusahaan minyak non subsidi mitra PT Pertamina tersebut.


Cek tersebut senilai Rp 2 miliar dengan nomor GQ 497289 bank Mandiri. Kemudian, untuk senilai Rp 1 miliar diberikan tersangka dengan bank yang sama dengan nomor GQ 497288. Dua cek tersebut dengan jatuh tempo 29 November 2018. Akan tetapi, saat hendak dicairkan, ternyata ceknya kosong.

Kapolsek Banjarsari Kompol Demianus Palulungan mengatakan, setelah mengetahui cek kosong, korban berusaha menghubungi tersangka. Kemudian tersangka meminta waktu untuk tempo pembayaran. ”Karena waktu tempo terus diulur-ulur, kasus ini oleh PT SHA dilaporkan ke Polsek Banjarsari. Setelah kasus ini kami tindaklanjuti, tidak lama kemudian tersangka kami tangkap,” tegasnya.

Kapolsek menambahkan, berdasar pengakuan, tersangka tidak ada niat untuk menipu dan menggelapkan. Alasan tersangka menunggu pembayaran dari pihak lain. “Cukup bukti melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan, tersangka kami jerat dengan pasal 372 dan atau 378 KUHP dengan ancaman hukumannya maksimal empat tahun,” paparnya.

Adapun tersangka Ema mengaku, selama ini antara perusahaannya dengan PT SHA sudah lama menjalin kerjasama. Tersangka menjadi penyuplai BBM ke PT SHA. Karena sudah mendapatkan kepercayaan, tersangka meminjam uang kepada PT SHA dengan alasan proyek.


“Lantaran sudah dipercaya, saya pinjam uang atau dana talangan untuk menyuplai yang lain. Tetapi, mereka juga belum membayar sehingga saya juga tidak bisa mengembalikan uang pinjaman,” kata Bos PT Laros Petrolium itu saat ditemui di Polsek Banjarsari, Kamis (22/8). (Ari Purnomo)

Tinggalkan Pesan