Belasan Tahun Diusulkan Rehab, Kondis Jembatan Sekarsuli Memprihatinkan

0
12
Jembatan-Sekarsuli-Klaten
JEMBATAN SEMPIT: Jembatan di Dusun/ Desa Sekarsuli, Kecamatan Klaten Utara hanya bisa dilalui satu mobil sebab sempit. (suaramerdekasolo.com/Achmad H)

KLATEN,suaramerdekasolo.com – Setelah diusulkan perbaikan selama belasan tahun terus gagal, jembatan di Jl Yudistira, Desa Sekarsuli, Kecamatan Klaten Utara nasibnya kian memprihatinkan. Besi pengaman rusak dan sering terjadi kecelakaan terjun ke sungai.

Mardiyanto, warga Desa Sekarsuli, Kecamatan Klaten Utara mengatakan jembatan itu merupakan jembatan kuno. Sejak dirinya lahir, jembatan di selatan desa itu sudah ada. ” Padahal jalur ramai dan jaraknya dengan pusat kota hanya setengah kilo meter. Tapi tidak pernah direhab,” jelasnya, Kamis (22/8).

Menurut pria yang tinggal persis di timur jembatan itu, jembatan itu merupakan jembatan penting sebab menghubungkan kota Klaten ke jalur alternatif Klaten-Boyolali. Setiap hari, sejak pagi sampai malam hari pengguna jalan ramai melintas. Tidak hanya warga lokal, tetapi kendaraan dari arah Boyolali dan Semarang yang akan ke Yogyakarta memilih jalur jembatan itu sebab menyingkat waktu.

Namun karena jembatan sempit, kendaraan tidak bisa melintas maksimal karena hanya bisa dilalui satu mobil. Apabila ada dua mobil berlawanan arah, satu mobil harus mengalah berhenti lebih dulu. Demikian juga jika ada sepeda motor dan mobil melintas bersamaan menjadi rawan kecelakaan sebab jembatan sempit.

Rawan Kecelakaan

Anehnya, kata Mardiyanto, jalan hampir setiap tahun diaspal bagus tetapi jembatan dibiarkan tak dilebarkan. Menurut Sekretaris Desa Sekarsuli, Kecamatan Klaten Utara, Suwarna pemerintah desa sudah tidak kurang berupaya mengusulkan pelebaran.

” Sejak tahun 2007 sudah diusulkan di Musrenbangcam dan kabupaten,” katanya. Jembatan yang dibangun sekitar tahun 1960 an itu sudah memprihatinkan. Selain sempit, besi pengaman sudah hilang dan diganti bambu. Pernah terjadi kecelakaan kendaraan dan pengemudi masuk ke sungai. (Achmad H)

Editor : Budi Sarmun

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here