Dikritik Mahasiswa KKN, Bupati Karanganyar Terima Dengan Tangan Terbuka

0
41
kkn-uns-karanganyar
PAMERAN – Bupati Juliyatmono meninjau pameran mahasiswa yang memajang hasil KKN, Kamis di pendapa rumah dinas Bupati. (suaramerdekasolo.com/Joko DH)

 

KARANGANYAR,suaramerdekasolo.comBupati Juliyatmono siap menerima kritikan dan masukan mahasiswa yang mengadakan kuliah kerja nyata (KKN) di Karanganyar. Segala macam hal bisa dilaporkan, dikritikkan kepadanya.

‘’Saya akan terima dengan tangan terbuka sebab kritikan mahasiswa jauh lebih murni dan berdasarkan kenyataan yang dia rasakan saat satu setengah bulan melakukan KKN, Karena itu silahkan beri masukan sebanyak-banyaknya kepada pemerintah,’’ kata dia saat penarikan mahasiswa KKN oleh Rektor yang diwakili Wakil Rektor UNS Prof Ahmad Yunus, Kamis (22/8).

Bupati Karanganyar ini  bahkan meminta mahasiswa sebelum bubar untuk menuliskan di kertas satu atau dua halaman tanpa nama, isinya masukan untuk Bupati. Bisa segala masalah yang terkait pemerintahan desa, kecamatan, dan lainnya.

Dia juga berterima kasih karena dalam laporan masyarakat, mereka betul-betul kritis, sehingga mahasiswa mengajari masyarakat untuk juga kritis dan cerdas. Tentu dengan situasi itu warga akan menjadi senang dan banyak belajar. Sebaiknya dan seterusnya Karanganyar berterima kasih jika dipakai KKN semua mahasiswa.

‘’Saya berharap suatu ketika para mahasiswa kembali menjenguk tempat tinggalnya saat KKN dan itu merupakan berkah karena di rumah itu tentu banyak doa dipanjatkan tuan rumah untuk kebahagiaan mahasiswa,’’ kata dia.

Menyatu Dengan Warga

Sebanyak 270 mahasiswa UNS ditarik untuk kembali ke kampus setelah terjun di 25 desa di Karanganyar Kota dan Mojogedang serta 20 mahasiswa di Kalisoro, Tawangmangu. Mereka selama satu setengah bulan hidup menyatu dengan warga masyarakat.

Prof Ahmad Yunus berterima kasih karena mahasiswa sudah diterima dengan baik, dan mohon maaf jika ada tingkah laku mahasiswa yang kurang berkenan di hati masyarakat, karena memang itulah cirikhas mahasiswa.

Dalam kesempatan itu, ada temuan pengembangan tanaman Stevia di Tawangmangu, yang memiliki kadar tujuh kali manisnya gula, sehingga bisa digunakan untuk pengganti gula, sebab sekarang banyak orang menderita diabetes mellitus.

‘’UNS tentu bersedia membantu Pemkab Karanganyar untuk mengembangkan stevia tersebut, dan memproduksinya secar besar-besaran untuk pengganti gula. Pemkab bisa menggandeng perusahaan swasta untuk memproduksinya dan UNS siap membantu dalam bidang penelitiannya,’’ kata dia.

Saat ini UNS juga menjalin kerjasama dengan Kementerian Perdagangan dan Kementerian Keuangan untuk pengembangan produk unggulan daerah. Mungkin itu bisa menjadi salah satu yang perlu dikembangkan.(Joko DH)

Editor : Nindya Achmadi

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here