‘Goyang Sajojo’ Dengan Warga Papua, Cara Kapolres Karanganyar Cairkan Situasi

0
39
Kapolres-Goyang-Sajojo-Dengan-Warga-Papua
GOYANG SAJOJO – Kapolres AKBP Catur Gatot Efendy bergoyang Sajojo dengan para warga Papua yang ada di Karanganyar. (suaramerdekasolo.com/Joko DH)

KARANGANYAR,suaramerdekasolo.com – Olahraga bersama dan menari ‘Goyang Sajojo’ menjadi sarana yang dipakai jajaran Polres Karanganyar, Jateng untuk meredam situasi belakangan ini. Kapolres AKBP Catur Gatot Efendy pun mengajak warga Papua yang berada di Karanganyar untuk bertemu berolahraga bersama (22/8) di halaman Mapolres Karanganyar belum lama ini.

‘’Kegiatan seperti ini sangat perlu, tidak saja karena ada peristiwa di Papua, namun secara berkala kita undang mereka agar suasananya lebih cair, bersahabat dan saling menghormati sesama warga bangsa,’’ terang kapolres kepada wartawan.

Ada sekitar 33 waega Papua yang berada di Karanganyar yang ikut serta. Kebanyakan mereka adalah pelajar dan mahasiswa, dan ada pula yang sudah mukim dan bekerja di Karanganyar. Karena itu agar mereka tidak terpengaruh keadaan di tanah kelahiran mereka apalagi sampai melakukan tindakan destruktif, mereka didekati untuk menjaga persahabatan dan situasi yang sudah kondusif.

Tidak semua warga Papua bisa hadir karena ada keperluan sendiri. Hanya perwakilan mereka yang hadir, serta satu tim futsal yang memang diajak olahraga bersama. Mereka diajak bertanding melawan tim Polres dan juga tim futsal dari Karanganyar.

Saat pembukaan, Kapolres mengajak menari goyang Sajojo, lagu daerah Papua. Dipimpin Moses mahasiswa asal Papua yang yang kuliah di Solo, yang memimpin di depan, bersama staf Satlantas Lettu Nawang yang juga bisa menari dengan iringan lagu Sajojo itu.

‘’Saya akan berkoordinasi dengan instansi terkait di Pemkab untuk membina secara rutin menggelar acara seperti ini. Ini merupakan salah satu cara nguwongke wong. Mereka itu saudara kita yang seharusnya dihormati, agar tidak ada jarak antara kita sesama warga bangsa,’’ kata Kapolres.

Dengan begitu mereka akan terus merasa terlibat untuk menjaga Karanganyar dan Solo meski apapun yang terjadi. Sebab mereka adalah bagian dari warga Karanganyar dan Indonesia pada umumnya.(Joko DH)

Editor : Budi Sarmun 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here