Ini Prestasi Sragen, Persentase Produk dan Kinerja PTSL

0
BPN-Sragen-Persentase-Produk-dan-Kinerja PTSL,
TANDA TANGANI BERKAS: Kepala BPN Sragen Agus Purnomo menandatangani berbagai berkas yang masuk. (suaramerdekasolo.com/Basuni Hariwoto)

SRAGEN,suaramerdekasolo.com – Kinerja dan produk program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sragen, masuk dalam peringkat 10 besar nasional.

Untuk persentase kinerja kategori target menengah, dengan PTSL antara 30.000 bidang sampai dengan 50.000 bidang, Sragen menempati peringkat 10 nasional. Sementara untuk persentase produk kategori target menengah, dengan PTSL antara 30.000 bidang sampai dengan 50.000 bidang, Sragen menempati peringkat kedua nasional. Sragen hanya kalah dengan Kabupaten Demak.

Kepala BPN Sragen Agus Purnomo mengatakan, tahun ini Sragen mendapatkan alokasi 30.000 bidang dalam program PTSL dan saat ini sudah hampir selesai semuanya. “Untuk produk pekerjaan PTSL , Sragen nomor dua nasional, sedangkan untuk kinerja nomor 10 nasional,” kata Agus, Kamis (22/8).

Saat ini dari alokasi 30.000 bidang, Sragen sudah menyelesaikan 28.000 bidang. Saat ini pihaknya juga menunggu perintah, kapan sertifikat program PTSL itu bisa dibagikan. Termasuk bila akan dibagikan langsung oleh Presiden RI saat kunjungan kerjanya.
“Rencana Presiden akan ada acara di Purwokerto dan Magelang, kalau kami diperintah untuk ikut menyiapkan penyerahan sertifikat, kami sudah siap,” tandasnya.

Pembagian Sertifikat

Agus mengungkapkan, pihaknya juga bakal meminta waktu Bupati Sragen, terkait program PTSL tahun 2020, juga rencana pembagian sertifikat PTSL 2019 yang sudah selesai. Kabupaten Sragen sendiri rencananya bakal menjadi kabupaten lengkap pada 2021 mendatang. Dimana sebagai kabupaten lengkap, maka semua bidang tanah yang ada di wilayah Kabupaten Sragen tanpa terkecuali, seluruhnya sudah terdaftar.

Dalam rangka memperingati Hari Agraria Nasional (HAN), pihaknya juga berencana bakal menggelar bakti sosial berupa pengiriman air bersih ke desa-desa yang mengalami kekeringan dan krisis air bersih. Namun berapa jumlah bantuan dan untuk lokasi-lokasi desa tersebut, sampai saat ini belum ditentukan.

“Bakti sosial pembagian air bersih sudah sering kami lakukan, termasuk membagi pompa air atau tandon air,” tandasnya. (Basuni Hariwoto)

Editor : Budi Sarmun 

 

Tinggalkan Pesan