Penusukan Hingga Tewas Di Mangkubumen, Korban Warga Grogol Sukoharjo

0
79
Cek-cok-berujung-penusukan
FOTO ILUSTRASI

*Diduga Masalah Cinta Segitiga, Bunto Ditusuk Hingga Tewas

SOLO,suaramerdekasolo.com – Bunto Tano (44) warga Desa Madegondo, Grogol, Sukoharjo Jateng tewas dengan luka tusuk diperutnya.
Korban diduga ditusuk oleh pelaku AN yang berhasil ditangkap kurang dari 12 jam setelah kejadian. Tersangka ditangkap jajaran Polresta Surakarta saat bersembunyi di sebuah hotel si Semarang. Aksi nekat AN diduga karena permasalahan cinta segitiga. 
 
Dari informasi yang didapatkan, kejadian bermula ketika korban dan pelaku bertemu di rumah Edy di Jalan Sri Gading, Kelurahan Mangkubumen, Banjarsari Rabu (21/8). AN sendiri merupakan menantu dari sang pemilik rumah. Kemudian sekitar pukul 17.00 WIB warga mendegar suara cekcok dari rumah Edy. Tetapi, warga tidak berani masuk. 
 
Setelah beberapa saat, akhirnya ada salah satu warga yang memberanikan diri masuk ke rumah. Warga tersebut bernama Budi Priyono. Tidak berselang lama, Budi kembali keluar rumah dan meminta tolong kepada warga. 
 
Budi mendapati ada yang terluka parah di bagian perut. Kemudian korban dibawa untuk dilarikan ke rumah sakit. “Rumah saya memang dekat saat saya mendengar ada suara yang tengah berantem saya pun memberanikan diri masuk ke rumah. Awalnya saya pikir yang berkelahi pak Edy dan menantunya itu,” katanya, Kamis (22/8). 
 
Tetapi, Budi menambahkan, saat dirinya melihat kesudut dekat pintu kamar ternyata ada yang tengah menahan sakit. “Setelah saya lihat ada orang yang terluka itu, saya monta tolong kepada warga. Lalu korban dibawa ke rumah sakit,” katanya.
 
Suara Orang Cek-cok 
 
Sementara, tetangga korban Jono mengatakan, dirinya memang mendengar suara orang cekcok. Tetapi, karena berpikir masalah keluarga warga pun tidak berani mendekat. “Rumah saya kan hanya berseberangan, dengar juga ada orang cekcok. Tapi kan dikiranya karena masalah keluarga, jadi tidak berani mendekat,” beber Jono. 
 
Kapolresta Surakarta AKBP Andy Rifai mengungkapkan, setelah mendapatkan laporan pihaknya langsung melakukan pengejaran. Pelaku pun terlacak tengah berada di wilayah Semarang. “Tidak ada 12 jam pelaku berhasil kami tangkap saat berada di hotel di wilayah Semarang,” katanya. 
 
Ditanya mengenai motif pelaku, Andy mengatakan, saat ini pihaknya masih mendalami. Tetapi, dari informasi yang didapatkan penyebabnya karena adanya permasalahan cinta segi tiga. “Ada permasalagan asmara, cinta segitiga. Tapi kasus ini masih kami dalami,” tandasnya. (Ari Purnomo Apl)
 
Editor : Hartanto Gondes
 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here