Semaraknya Karnaval Serentak 17 Kecamatan Di Bumi Intanpari

0
19
karnaval-serentak-karanganyar
PERAYAAN : Sebuah mobil hias mengikuti karnaval dalam rangka HUT ke-74 RI di wilayah Kecamatan Jaten, yang dipusatkan di Desa Brujul, Kamis (22/8). (suaramerdekasolo.com/Irfan Salafudin)

KARANGANYAR,  suaramerdekasolo.com – Tujuh belas kecamatan se-Karanganyar, Kamis (22/8) siang hingga sore serentak menggelar karnaval pembangunan, dalam rangka HUT ke-74 RI. 

Karnaval di wilayah kecamatan tersebut mengawali rangkaian dari kegiatan karnaval pembangunan, yang digelar selama tiga hari berturut-turut. 
“Kamis karnaval di kecamatan masing-masing. Jumat (23/8) karnaval diikuti pelajar se-Karanganyar, sedangkan puncaknya digelar Sabtu (24/8), di mana karnaval akan diikuti instansi di lingkungan Pemkab Karanganyar dan masyarakat umum,” kata Bupati Juliyatmono, Kamis (22/8). 

Khusus untuk karnaval pada Jumat dan Sabtu, dipusatkan di kawasan kota. “Sedangkan yang di kecamatan, lokasinya diserahkan ke masing-masing wilayah. Jadi masyarakat di kecamatan juga bisa menikmati kemeriahan karnaval dalam rangka HUT RI,” tuturnya. 

Di Kecamatan Jaten, karnaval dipusatkan di wilayah Desa Brujul. Puluhan mobil hias dari berbagai elemen masyarakat di kecamatan tersebut, mengikuti karnaval dengan rute mengitari kawasan Desa Brujul sejauh 3,5 km. 

Selain mobil hias, beberapa peserta juga tampil dengan atraksi budaya hingga atraksi pencak silat. Di depan panggung kehormatan, mereka diberi kesempatan untuk unjuk aksi di hadapan jajaran Forkopimca Jaten. 
“Tiap peserta mengeluarkan kemampuan terbaiknya, karena dinilai dewan juri. Peserta karnaval terbaik nantinya akan diikutkan dalam karnaval di kabupaten, Sabtu (24/8) besok,” kata Camat Jaten Aji Pratama Heru K. 

Dia menambahkan, seluruh peserta karnaval menggunakan mobil hias. “Sebab, rute yang ditempuh cukup panjang, sehingga akan terlalu lama jika ada peserta karnaval yang berjalan kaki,” tuturnya. 

Sementara di Kecamatan Karangpandan, karnaval dimeriahkan penampilan lima siswa SMAN Karangpandan yang berasal dari Papua. Mereka mengenakan kostum berumbai dan berbaur dengan peserta karnaval lainnya yang mengenakan beragam kostum. 

Guru SMAN Karangpandan Endang Tri Wahyuni, yang mendampingi siswanya saat karnaval mengatakan, siswa dari Papua tersebut merupakan peserta program Afirmasi Pendidikan Menengah. (Irfan Salafudin) 

Editor : Budi Sarmun 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here