Makanan Olahan Banyak, Yang Kurang Pasar Dan Kemasannya

0
19
kuliner-khas-karanganyar
CICIPI MAKANAN – Bupati Karanganyar Juliyatmono meninjau dan mencicipi makanan olahan yang dipamerkan. (suaramerdekasolo.com/Joko DH)

KARANGANYAR,suaramerdekasolo.com – Makanan olahan di Karanganyar banyak, blakrak, semuanya enak. Tinggal kemasan dan memasarkannya yang perlu digenjot lagi agar terjual. Ini tugas pemerintah untuk menciptakan pasar dan mendorong produsen untuk mengemas lebih baik.

‘’Setiap mahasiswa KKN (kuliah kerja nyata), selalu makanan olahan baru dipamerkan. Saya sampai blenger ngrasakne. Tapi setelah itu selalu muncul problem baru, mau dipasarkan dimana? Ini yang harus digagas pemerintah, termasuk juga produsennya,’’ kata Bupati Juliyatmono, Jumat.

Dia hadir membuka pameran makanan olahan Karanganyar yang dihelat Dinas Pertanian Tanaman Pangan. Sejumlah stan dibuka yang menjajakan makanan olahan, mulai nasi babrik khas Jenawi, ubigo (makanan pie, kue-kue yang terbuat dari ubi ungu), sampai gemblong durian, dan aneka singkong serta kopi Lawu khas Jenawi yang juara III nasional.

Bupati prihatin karena kemasan yang asal-asalan saja, yang mestinya bisa lebih bagus. Dengan kemasan yang bagus bisa menaikkan harga. Itu harus disadari para pedagang agar barangnya semakin laris manis.

Pemerintah dalam hal ini harus kerap memfasilitasi pameran yang bisa mendatangkan banyak orang dan mereka membeli barang yang dipajang di stan pameran itu. Tugas pemerintah untuk memfasilitasi.

Bupati juga meminta Dinas Pariwisata untuk menggarap dan mempersiapkan desa wisata untuk digunakan menjajakan makanan khas Karanganyar, sehingga semakin terkenal. Di desa wisata itu bisa dimanfaatkan untuk berdagang.

Dia juga meminta pedagang melek teknologi dengan memasarkan produk lewat internet dan media sosial. Sekarang ini lagi demam media sosial lewat ponsel, dan itu harus dimanfaatkan. Sekarang semua orang tidak bisa lepas dari ponsel, sehingga mereka pasar yang empuk untuk marketing.

Pemerintah juga sudah memfasilitasi perdagangan online itu, dan sekarang justru lebih mudah memenuhi semua kebutuhan hanya dengan aplikasi ponsel saja. Orang tidak perlu pergi ke mal namun cukup di rumah, dan semua kebutuhannya sudah terpenuhi lewat online.

Karena itu dia berharap semua produsen, pedagang siap untuk menjual lewat onhline. Hanya perlu layanan yang tetap bagus, tepat waktu, dan semua akan berdatangan.(Joko DH)

Editor : Budi Sarmun

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here