Pertama Kali, Ponpes Al Kahfi Nyanyikan Lagu Indonesia Raya

0
75
PERINGATI HUT RI- Ratusan santri Ponpes Al Kahfi Mojosongo, Jebres mengikuti acara doa bersama menyambut Kemerdekaan RI di Masjid AL Musafirin, Kamis (22/8) malam. (suaramerdekasolo.com/Sri Hartanto)

SOLO, suaramerdekasolo.com- Ponpes Al Kahfi Mojosongo, Jebres yang dikenal fanatik dalam menjalankan syariat Islam, kini mulai membangun paradigma baru dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sudah puluhan tahun, para santri yang menimba ilmu di ponpes tidak pernah menyanyikan lagu Indonesia Raya di setiap pelaksanaan upacara. 

Namun sejak tanggal 17 Agustus 2019, telah ada perubahan di Ponpes yang berada di jalan raya ringroad Mojosongo tersebut. Sebab pada saat pelaksanaan upacara memperingati detik-detik proklamasi Kemerdekaan RI ke-74 yang dilaksanakan pada tanggal 17 Agustus 2019, para santri sudah diberi kebebasan menyanyikan lagu Indonesia Raya. ”Baru momentum tersebut, kami mengibarkan bendera merah putih yang diiringi dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya oleh seluruh peserta upacara,” tegas Ketua Yayasan Ponpes Al Kahfi, Ratun Sulaiman Rodi usai acara pengajian dan doa bersama menyambut kemerdekaan RI demi terwujudnya NKRI ”Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur” di Masjid Al Musafirin yang berada di lingkungan pondok, Kamis (22/8) malam.


Ustad Sulaiman menambahkan, sebenarnya sudah dua atau tiga tahun lalu punya gagasan agar ponpes mengikuti kewajibannya untuk melaksanakan program pemerintah dibawah Kemenag atau Depag Kota Surakarta. ”Dan baru saat detik-detik proklamasi yang berlangsung beberapa hari lalu, kami melaksanakan upacara bendera dibarengi dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya,” terang Ketua Yayasan Ponpes Al Kahfi itu.


Perubahan sikap Ponpes Al Kahfi untuk mencintai negara Indonesia juga ditandai dengan diadakannya berbagai kegiatan lomba menyambut Hari Kemerdekaan ke-74 RI.

Acara doa bersama di Masjid Al Musafirin diikuti ratusan santri. Doa bersama dengan mengusung tema “Demi terwujudnya NKRI Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur” diharapkan mampu membentuk generasi penerus bangsa yang unggul. ”Kemerdekaan Indonesia diwariskan oleh pendahulu bangsa. Sudah semestinya, untuk dijaga dan diisi dengan hal yang positif,” terang Ustad Ratun Sulaiman Rodi saat berbincang di masjid, Kamis (22/8) malam.

Bulan Kemerdekaan tahun ini, lanjut Sulaiman Rodi, merupakan momentum penting dalam menciptakan SDM yang unggul bagi Bangsa Indonesia. Dia yakin, santriwan dan santriwati yang dididik di Pondok Al-Kahfi mampu memberi kontribusi untuk kemajuan Bangsa dan Negara Indonesia.


Begitu pula saat berbincang dengan pengawas Pondok Al-Kahfi, Ustad Muzamil, beliau mengatakan, perlunya menanamkan kedisiplinan kepada para santri. Selain itu, Ustad Muzamil tidak menampik bahwa baru tanggal 17 Agustus lalu di ponpes diadakan upacara bendera yang diiringi dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. ”Ini kami lakukan setelah puluhan tahun kami tidak melakukannya. Hal ini kami lakukan demi mewujudkan kecintaan bagi para santri dalam NKRI,” tandasnya. (Sri Hartanto)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here