Pakar Hukum Sebut Pemblokiran Rekening Nasabah Berpotensi Masuk Ranah Pidana

0
pemblokiran-rekening-bank-bri
FOTO DIRI :Pakar Hukum Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Hari Purwadi. (suaramerdekasolo.com/Sri Hartanto)

 

SOLO, suaramerdekasolo.com- Kasus pemblokiran rekening nasabah yang diyakini dilakukan oknum pegawai Bank BRI bakalan berbuntut panjang.

Kasus tersebut menurut Pakar Hukum Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Hari Purwadi berpotensi masuk ranah pidana. Akan tetapi untuk mengetahui unsur pidananya, harus dilakukan investigasi lebih dahulu untuk mengungkap fakta yang terjadi.

Hari meyatakan kemungkinan adanya pelanggaran pidana, semisal ada yang sengaja memblokir untuk kepentingan sendiri atau kepentingan yang lain.

Dosen Ilmu Hukum FH UNS itu juga berpendapat kasus tersebut tergolong unik, karena tidak ada penjelasan dari pihak bank.

”Mestinya pihak bank menjelaskan kepada nasabah alasan apa dan siapa yang melakukan pemblokiran,” tegasnya saat ditemui di Kedai Kopi Kasus di Mangkubumen, Solo, Jumat (23/8) malam.

Pakar hukum itu menandaskan, pihak BRI, mestinya segera memberi penjelasan kepada nasabah, sehingga tidak berbuntut di pengadilan.

”Pemblokiran ini jelas akan mengakibatkan semakin banyak kerugian yang diderita nasabah,” terangnya.

Nasabah, kata Hari Purwadi, menitipkan uangnya di bank agar aman dan sewaktu-waktu bisa mengambilnya. ”Tapi karena masalah ini, nasabah tidak bisa mengambil uang, dan rugi waktu dan tenaga hanya untuk meminta penjelasan,” urainya. 

Kelambatan respon BRI dalam menindaklanjuti aduan nasabah, tambahnya bisa menurunkan kepercayaan nasabah. (Sri Hartanto)

Editor : Budi Sarmun

 

Tinggalkan Pesan