Terjun Payung Kopassus Awali Karnaval Pembangunan Karanganyar

0
33
karnaval-pembangunan-karanganyar
BURUNG DERKUKU -- Replika burung derkuku yang dihadirkan Setda Karanganyar dalam karnaval pembangunan, Sabtu (24/8). (suaramerdekasolo.com/Joko DH)

KARANGANYAR,suaramerdekasolo.com – Terjun payung prajurit Kopassus mengawali karnaval atau pawai pembangunan hari terakhir yang berlangsung tiga hari berturut-turut di Karanganyar. Satu peleton prajurit Kopassus Kandang Menjangan melakukan aksi terjun payung sambil membawa bendera Kopassus dan lambang Kabupaten Karanganyar serta bendera merah putih.

Dengan diangkut pesawat terbang jenis kecil, mereka terjun menuju sasaran Alun-alun Karanganyar yang sudah diberi penanda. Namun kencangnyaangin bertiup mengakibatkan para penerjun kesulitan mengendalikan parasut.

Akibatnya tiga penerjun termasuk satu penerjun yang membawa bendera merah putih terjun tidak di Alun-alun. Tiga penerjun tersangkut pohon di pinggir Alun-alun dan satu penerjun membawa bendera merah putih jatuh di sebelah selatan masjid Agung. Namun mereka semua selamat dan tidak cedera.

Yang  lainnya meski tidak tepat sasaran di titik silang di tengah Alun-alun namun bisa mendarat dengan mulus di tanah lapang depan kantor Setda tersebut.

Sekda Sutarno yang menunggui atraksi terjun payung mengatakan, karena angin kencang itu penerjun gagal mengendalikan arah mendarat.

‘’Beruntung mereka semua selamat meski tersangkut di pohon malah jadi kesempatan masyarakat  melihat dari dekat keberanian prajurit Kopassus itu. Mereka memang sudah terbiasa. Semua selamat, termasuk dua penerjun yang membawa bendera lambang Karanganyar dan bendera Kopassus.’’ kata dia.

Setelah semua penerjun berkumpul bendera diiserahkan kepada Sekda Sutarno dan semua bergandengan tangan masuk ke Kantor Setda Karanganyar untuk makan siang bersama.

96 Kontingen

Sementara pawai kemudian dimulai, diikuti 96 kontingen dari semua OPD (organisasi pemerintah daerah), wakil kecamatan, BUMD (badan usaha milik daerah), wakil desa, dan instansi terkait seperti Kodim, Polres, Pengadilan Negeri, dan Kejaksaan.

Pawai diawali dengan miniatur penghargaan parasamya purna karya nugraha, yang tahun ini diraih lima daerah termasuk Karanganyar, yang merupakan penghargaan tertinggi di bidang penyelenggaraan pemerintah.

Kemudian disusul Setda, OPD dan BUMD, Forkompimda, kecamatan dan dari desa. Masyarakat tumplek bleg di sepanjang jalan utama dari Alun-alun sampai buk Siwaluh sebelah timur rumah dinas Bupati. Mereka menikmati pawai atau karnaval itu sebagai hiburan tersendiri.

Bupati Juliyatmono mengendarai jeep dengan wabup Rober Christanto didampingi istri kemudian disusul segenap Forkompimda, dari Kapolres, Dandim, Wakil Ketua Pengadilan Negeri, Kajari, Ketua DPRD, dan lainnya.

Dalam kesempatan itu Bupati menerima piagam anugerah parasamya purna karya nugraha dari Sekda Sutarno, dan diterima seluruh Forkompimda.

Setelah selesai mahargya anugerah itu, karnaval dimulai dengan kendaraan hias dari karyawan Setda yang membentuk replika burung derkuku, burung wasiat yang merupakan burung kesayangan Nyai Ageng Karang yang dilepaskan dan ternyata Raden Mas Said yang berhasil memakan daging burung itu, sehingga berhasillah dia menjadi raja dan mendirikan cikal bakal Karanganyar.

Karnaval selesai sampai lepas maghrib dan warga seakan tak berhenti sedetikpun menyaksikan arak-arakan kendaraan hias itu.(Joko DH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here