Mundur dari Gerindra, Yuni Kembali ke PDIP

yuni-mundur-daru-gerindra
BERI PENJELASAN: Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati memberikan pernyataan kepada para wartawan, saat berada di ruangannya, dalam suatu kesempatan. (suaramerdekasolo.com/Basuni Hariwoto)


SRAGEN,suaramerdekasolo.com –  Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengakui dirinya telah mengajukan rehabilitasi, agar bisa kembali menjadi kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Permohonan rehabilitasi yang diajukan saat konggres PDIP di Bali beberapa saat lalu belum ada jawaban.

Wanita yang akrab dipanggil Yuni itu juga sudah mengakui bila sudah mundur dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), yang mengusungnya saat Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) 2015 lalu. 

“Saya belum bisa memberikan hasilnya, karena jawaban dari DPP PDIP juga belum kami diterima,” kata Yuni tatkala ditemui pekan lalu.

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Sragen telah mengajukan rehabilitasi Untung Yuni Sukowati sebagai kader partai, karena Yuni pernah dipecat sebagai kader PDIP. Yuni menyebrang ke Partai saat Pilbup 2015 dan maju sebagai cabup berdampingan dengan Dedy Endriyatno kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan berhasil memenangi Pilbup 2015.

“DPC PDIP Sragen telah mengajukan rehabilitasi saya saat konggres di Bali, kami menunggu hasilnya. Belum ada jawaban baik lisan ataupun tertulis, jadi saya belum bisa memberikan pernyataan apapun,” katanya. Termasuk permintaan membuat resume tentang kader PDIP, sebagai salah satu syarat pengajuan rehabilitasi, Yuni juga mengaku belum mendapatkan keterangan apapun dari DPC PDIP. Pihaknya masih menunggu hasil dari DPP PDI-P.

Permohonan Rehabilitasi

Sementara itu diminta tanggapannya soal permintaan DPP PDIP, Yuni harus membuat resume kader partai, dia mengaku belum mendapat penjelasan apapun dari DPC PDIP Sragen. Dia menyebut Ketua DPC PDIP Untung Wibowo Sukowati juga baru pulang berhaji. Sehingga belum sempat menyampaikan hasil permohonan rehabilitasi. Bowo, panggilan akrab Ketua DPC PDIP Sragen adalah adik kandung Yuni.

“Saya malah belum tahu kalau ada paparan seperti itu. Ketua DPC yang berangkat haji sama saya, belum menyampaikan Itu. Saya belum bisa komentar. Ketua DPC belum memberi petunjuk apapun, kecuali secara resmi diminta nanti saya lakukan,” tandasnya.

Sebelum mengajukan rehabilitasi, Yuni mengaku juga telah mengundurkan diri dari Partai Gerindra, dimana dalam struktur DPC Partai Gerindra Sragen, dia menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina. Pengunduran diri karena saat Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019 lalu Yuni tidak sejalan dengan instruksi partai.

Saat itu, dirinya mendukung paslon nomor 01 sementara garis instruksi partai Gerindra mendukung paslon 02. “Saya sudah mengajukan pengunduran diri secara resmi dari Ketua Dewan Pembina dan sekaligus kader Partai Gerindra,” tegasnya.

Pengunduran diri dari Partai Gerindra itu sudah dia lakukan, namun sampai saat ini juga belum mendapatkan jawaban dari partai tersebut. “Belum ada jawaban atau pemanggilan, baik dari DPC atau DPP Partai Gerindra,” katanya.

Menurut dia, hal itu adalah keputusan yang dia ambil, dimana dia tidak bisa berada dalam situasi yang mengambang. Yuni mengucapkan terima kasih kepada Gerindra dan kepada PDIP yang telah membentuk dirinya sebagai seorang pemimpin di Kabupaten Sragen. Dan dirinya bisa membuktikan bila semua partai memiliki visi dan misi yang sangat baik bagi Indonesia.

Sekretaris DPC PDIP Sragen Suparno menyampaikan pada Konggres V PDIP di Bali lalu, permohonan rehabilitasi Yuni sudah melalui proses sidang oleh tim dewan kehormatan partai.

”Syarat pemutihan atau rehabilitasi memang yang bersangkutan wajib hadir di sidang. Tapi karena yang bersangkutan sedang naik haji, akhirnya kami yang hadir dan kami tunjukkan dasar surat izin bahwa yang bersangkutan sedang menunaikan ibadah haji dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri),” kata Suparno. (Basuni Hariwoto)

Editor : Hartanto Gondes

 

 

Tinggalkan Pesan