Nasib Rehab Plasa dan Pasar Induk Kota Klaten Tunggu Keputusan Pusat

0
pasar-induk-klaten
PLASA KLATEN: Plasa Klaten di Jl Pemuda Tengah dan pasar induk kota di belakangnya belum jelas kapan direhab. (suaramerdekasolo.com/Achmad H)

KLATEN,suaramerdekasolo.com – Rencana Pemkab Klaten merevitalisasi Plasa Klaten dan Pasar Induk Kota belum jelas kapan dilaksanakan. Pemkab masih menunggu hasil kajian lanjutan dan keputusan pemerintah pusat.

Kepala Bidang Pengelolaan Pasar, Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Pemkab Klaten, Didik Sudiarto mengatakan dua bangunan itu belum jelas kapan dan bagaimana proses revitalisasinya.

” Untuk Plasa ada perkembangan baru sebab surat dari Kanwil BPN sudah turun,” jelasnya, Sabtu (24/8).

Didik mengatakan sebelumnya rencana revitalisasi terkendala hak pengelolaan Plasa yang memunculkan dua versi. Pengelolaan oleh pihak ketiga itu ada yang 25 tahun dan 30 tahun sehingga harus berkoordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kanwil Jawa Tengah. Hasilnya turun surat keputusan yang intinya hak pengelolaan hanya 25 tahun.

Dengan sudah turunnya surat itu maka kemungkinan dalam waktu dekat baru akan ada rapat pembahasan dan kajian lanjutan. Termasuk untuk menentukan apa yang akan dilakukan dengan bangunan Plasa tersebut. Apabila tahun ini sudah ada keputusan peruntukan, kemungkinan tahun 2020 baru bisa dimulai, meskipun sekadar detail enginerring design (DED).

Revitalisasi

Selain Plasa, nasib rencana revitalisasi Pasar Induk Kota juga belum jelas. Sebab dua kali usulan proposal Pemkab disampaikan ke pemerintah pusat, belum ada jawaban kepastian. Terutama menyangkut dana revitalisasi Rp 50 miliar yang diusulkan.

 Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Pemkab Klaten, Bambang Sigit Sinugroho mengatakan usulan revitalisasi pasar terakhir disampaikan kepada Presiden Cq nya ke Kementerian Keuangan. Sejak kunjungan Presiden Joko Widodo tahun 2018 lalu ke Pasar Induk, Pemkab sudah dua kali mengirimkan proposal ke pemerintah pusat. Ada yang dikirimkan ke sekretariat negara dan ke kementerian perdagangan. Besaran anggaran yang diusulkan untuk merehab pasar kota tersebut semuanya sama, yaitu sebesar Rp 50 miliar. (Achmad H)

Editor : Budi Sarmun

 

Tinggalkan Pesan