Atlet Jateng Sapu Bersih Gelar Juara Wonogiri Cross Country Open 2019

0
juara-wonogiri-cross
MERAIH JUARA : Para juara berfoto bersama saat penyerahan hadiah Kejuaraan Wonogiri Cross Country Open 2019 di hotel Brothers Solo Baru, Sukoharjo, Minggu malam (25/8). (Suaramerdekasolo.com/Dok)
WONOGIRI,suaramerdekasolo.com – Atlet-atlet paralayang Jateng mendominasi kejuaraan Wonogiri Cross Country Open 2019 di Puncak Bukit Joglo, Desa Sendang, Kecamatan/Kabupaten Wonogiri, Jumat-Minggu (23-25/8). Mereka menyapu bersih gelar juara pada seluruh kategori yang dilombakan.
Kategori yang dilombakan, yakni kategori male open, female open, dan beregu. Pada kategori male open, juara pertama diraih Hening Paradigma (Jateng), juara ke dua Thomas Widyananto (Jateng), dan juara ke tiga Damar Aziz Prazidya (Jateng). Kategori female open, juara pertama diraih Eka Nesti Wulansari (Jateng), juara ke dua Tini Mariana Pertiwi (Jateng), dan juara ke tiga Diah Kristina Rahayu (Jatim).
Untuk kategori beregu, juara pertama diraih tim Jateng, juara ke dua tim Jatim, dan juara ke tiga diraih tim DKI Jakarta. Beberapa atlet mancanagera ikut dalam kejuaraan tersebut. Salah satunya Khairul Hakimin Kamarul dari Malaysia yang menempati peringkat empat kategori male open.
Pimpinan lomba Wonogiri Cross Country Open 2019 Alfarizi Asmara mengungkapkan, kejuaraan itu diikuti 50 atlet dari beberapa provinsi dan luar negeri. Antusiasme atlet perempuan juga cukup tinggi. “Ada pilot dari Inggris, Malaysia, dan Vietnam yang ikut kejuaraan,” katanya.
Kejuaraan itu khusus mempertandingkan nomor cross country (lintas alam) paralayang jarak jauh. Pasalnya, kondisi alam di Wonogiri sangat cocok untuk cross country. Adapun titik terjauh yang ditempuh para atlet berada di Waduk Lalung, Kabupaten Karanganyar.
Venue peluncuran paralayang di Puncak Bukit Joglo tersebut juga mendapat pujian dari beberapa atlet luar negeri. Salah satunya, atlet asal Malaysia, Khairul Hakimin (31). Menurutnya, Puncak Bukit Joglo mempunyai pemandangan yang bagus dan cantik. Hal senada diutarakan Rolf Gibbs (53) atlet paralayang dari Inggris. Tempat peluncuran paralayang Wonogiri menurutnya terbaik untuk cross country di negara tropis.
“Hotel bagus, mobilisasi bagus, semua orang ramah. Di Indonesia ini (Wonogiri) yang paling lama. Saya bisa terbang 48 kilometer dalam waktu 1,5 jam,” ujarnya. (Khalid Yogi)
 
EDITOR : Heru Susilo
 

Tinggalkan Pesan