Kades Girimulyo Ditahan Kejari Karanganyar

dugaan-korupsi

*Dugaan Penyimpangan ADD

KARANGANYAR,suaramerdekasolo.com. Kepala Desa Girimulyo, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar, Jateng  Suparno ditahan penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Karanganyar, setelah menjalani pemeriksaan selama sekitar 3 jam, Senin (26/8).

Suparno, yang berstatus tersangka sejak 5 April atas kasus dugaan penyimpangan dana desa dan program Pendaftaran Tanah Sistemik Lengkap (PTSL), dititipkan di Rutan Kelas IA Surakarta untuk menjalani masa tahanan selama 20 hari ke depan.

Diperiksa sejak pukul 11.00 hingga pukul 14.00, Suparno yang dilantik sebagai kades untuk masa jabatan yang kedua pada 21 Maret 2019 lalu, menjawab 48-an pertanyaan dari penyidik sebelum kemudian ditahan.

Selama pemeriksaan, tersangka didampingi pengacaranya, Ari Santoso. Sebelum dibawa ke Rutan Kelas IA Surakarta pada pukul 15.00, tersangka diperiksa dokter untuk memastikan kondisi kesehatannya memungkinkan menjalani tahanan.

Suparno diduga melakukan penyimpangan dana desa dan program PTSL, hingga merugikan keuangan negara senilai Rp 1,012 miliar. Rinciannya, kerugian dana desa senilai Rp 389,074 juta dan kerugian dari program PTSL Rp 623,9 juta.
Kepala Kejari (Kajari) Karanganyar Suhartoyo menjelaskan, alasan subjektif penahanan tersangka karena dikhawatirkan melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti dan mengulangi tindak pidana.

“Alasan objektifnya, ancaman hukuman pada tersangka lima tahun lebih,” kata Kajari, didampingi Kasi Pidsus Bagus Kurnianto.

Tersangka dijerat pasal 2 ayat 1 junto pasal 18 UU 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), sebagaimana diubah UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tipikor.

Pasal subsider yang dikenakan adalah pasal 3 junto pasal 18 UU 31/1999 sebagaimana diubah UU 20/2001 dan pasal 12 huruf e UU yang sama.

“Tersangka ditahan untuk 20 hari ke depan. Jika perkaranya belum bisa dinaikkan ke penuntutan, maka penahanan tersangka bisa diperpanjang,” katanya.

Dijelaskannya, penanganan kasus terkesan lama karena Kejari harus cermat dalam proses penyidikan. “Kami tidak ingin salah langkah, hingga menyebabkan keputusan keliru. Karena itu, Kejari harus seadil-adilnya dalam melakukan penyidikan,” imbuhnya.

Kuasa Hukum Ari Santoso saat dikonfirmasi menyayangkan keputusan Kejari, yang langsung menahan kliennya setelah diperiksa sebagai tersangka. Sebab, Suparno bersikap kooperatif selama diperiksa dan selalu hadir jika dipanggil.
“Tapi sebagai warga taat hukum, kami akan taati prosedur yang ada. Tadi sempat komunikasi, nanti akan ajukan penangguhan penahanan,” katanya. (Irfan Salafudin) 

Editor : Budi Sarmun

 

 

Tinggalkan Pesan