Membanggakan, Empat Medali Emas Diraih Atlet NPCI di Swiss

0
101
emas-npci
TIM NPCI: Para atlet, pelatih dan manajer tim bulu tangkis NPCI memamerkan raihan prestasinya usai berduel pada ajang Para-Badminton World Championships 2019 di Basel, Swiss, Minggu (26/8). (Suaramerdekasolo.com/Dok)

SOLO,suaramerdekasolo.com – Para pebulu tangkis pelatnas Nasional Paralympic Committee Indonesia (NPCI) meraih empat medali emas pada kejuaraan internasional di Basel, Swiss, yang berakhir Minggu (25/8). Atlet Deva Anrimusthi dan Leani Ratri Oktila tetap menjadi tumpuan pada ajang bertajuk Para-Badminton World Championships 2019 itu.

Deva menggenggam medali emas di nomor tunggal putra kelas SU5. Dia berpasangan dengan Hafiz B Prawiranegara juga menyumbang emas dari arena pertarungan ganda SU5. Sementara Leani meraih emas tunggal putri SL4. Berduet dengan Hari Susanto, Leani juga menyabet gelar juara ganda campuran SL3-4-SU5.

“Alhamdulillah, raihan medali emas ini sesuai prediksi kami. Deva, Leani dan Hari juga tetap bisa mempertahankan posisinya di peringkat pertama dalam pengumpulan poin menuju Paralympic Games Tokyo 2020,’’ kata salah seorang pelatih tim pelatnas bulu tangkis NCPI, M Nur Rochman, Senin (26/8).

Delapan atlet pelatnas proyeksi ASEAN Para Games (APG) Filipina 2019 tersebut dikawal manajer tim Sapta Kunta Purnama dan didukung langsung Presiden NPCI Senny F Marbun. Selain empat emas, para pebulu tangkis Merah-Putih itu juga merebut dua medali perak dan empat perunggu.

Medali perak diraih Suryo Nugroho yang kalah 15-21 dan 15-21 dari kompatriotnya, Deva Anrimusthi dalam pertarungan puncak kelas SU5. Sekeping lainnya digenggam pasangan Leani Ratri/Khalimatus Sadiyah Sukohandoko di  nomor ganda putra SL3-4-SU5. Sementara perunggu diraih Fredy Setiawan di arena tunggal SL4, Khalimatus Sadiyah (tunggal putri SL4), Ukun Rukaendi (tunggal putra SL3), serta Ukun/Hari Susanto (ganda putra SL3-4).

“Awak tim terbaik di pelatnas itu bisa menunjukkan kualitasnya. Hingga hari ke lima laga, delapan atlet yang diturunkan, belum ada yang tersingkir. Semua atlet pulang dengan membawa medali,’’ tandas Wakil Sekjen NPCI, Rima Ferdiyanto.

Kendati demikian, pelatih Nur Rochman menyebut para atlet tersebut tetap harus berlatih dan berjuang keras guna menembus Paralympic Tokyo 2020. ‘’Semua negara tentu ingin menjadi juara di Paralympic. Maka tak ada jalan lain bagi para pebulu tangkis NPCI, kecuali terus berlatih keras,’’ tandas dia.(Setyo Wiyono)

EDITOR : Budi Santoso

    

2 Lampiran

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here