Diduga Gelapkan Dana Nasabah Rp 5 Miliar, Mantan Kasir BKK, Tersangka

0
ikon-korupsi
ILUSTRASI

SUKOHARJO,suaramerdekasolo.com – PR, mantan kasir di BKK Jawa Tengah cabang Sukoharjo unit Tawangsari ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penggelapan dana nasabah senilai Rp 5 miliar.

Kasi Pidana Khusus Kejari Sukoharjo, Yudhi Teguh Santosa mengatakan, PR sebelumnya juga tercatat sebagai Kasubid Pemasaran di BKK tersebut, namun setelah itu dilorot menjadi staf biasa.

“Setelah melalui pemeriksaan saksi-saksi yang cukup panjang, akhirnya Pr ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini,” jelas Yudhi.

Namun demikian, kendati telah ditetapkan sebagai tersangka, Pr sejauh ini belum diperiksa apalagi ditahan. Agenda pemeriksaan baru akan dilakukan dalam waktu dekat. Apakah setelah diperiksa nanti akan ada penahanan, Yudhi mengatakan, akan melihat perkembangan. “Bukan tidak mungkin dilakukan penahanan. Tapi lihat dulu hasil pemeriksaan nanti seperti apa,” ujarnya.

Terkait dengan penetapan tersangka yang cukup lama sejak kasus itu mencuat, Yudhi mengatakan, hal itu dikarenakan yang menjadi korban adalah nasabah yang jumlahnya banyak. Karena itu pemeriksaan dilakukan secara marathon dan panjang. “Ada 100 an saksi yang kami panggil dan periksa.”

Kasus dugaan penyimpangan dana nasabah dan kredit fiktif di BKK Tawangsari mencuat dan ditidaklanjuti Kejari Sukoharjo. Modusnya, dana nasabah yang disetorkan ke BKK, oleh oknum tidak dicatat dengan buku resmi tetapi dengan buku manual. Akibatnya, dana tersebut tidak masuk dalam sistem komputerisasi perbankan.

Selain penyelewengan dana nasabah, Kejari Sukoharjo juga menemukan kredit-kredit fiktif. Atas temuan itu sudah dilakukan audit investigasi oleh Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan menemukan total kerugian sekitar Rp 5 miliar.  Kasus penyimpangan tersebut sudah terjadi sejak tahun tahun 2016 sampai 2018. (Heru Susilo)

EDITOR : Budi Santoso

Tinggalkan Pesan