Kekeringan, Sudah 642 Tangki Air Dikirim ke 36 Desa

0
air-bantuan-bank-jateng
PERCIKKAN AIR: Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati didampingi Wakil Bupati Dedy Endriyatno bersiap memercikkan air dari kendi, saat menerima truk tangki air bantuan dari Bank Jateng, Selasa (28/8). (suaramerdekasolo.com/Basuni Hariwoto)


SRAGEN,suaramerdekasolo.com – Hingga Rabu (28/8), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen sudah melakukan dropping atau pengiriman air bersih sebanyak 642 tangki.

Pengiriman air itu setidaknya untuk 36 desa di tujuh wilayah kecamatan yang selama ini dikenal sebagai daerah langganan kekeringan saat musim kemarau seperti saat ini.

Jumlah ini dipastikan masih bisa bertambah, karena musim kemarau masih berlangsung.
“Sampai saat ini kami sudah mengirim 642 tangki ke 36 desa yang membutuhkan air bersih,” kata Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Sugeng Priyono, Rabu (28/8).

Selama ini, pengiriman air itu tidak dilakukan oleh Pemkab Sragen saja, tetapi banyak pihak, seperti instansi pemerintah termasuk TNI dan Polri, organisasi hingga perkumpulan sosial atau alumni sekolah yang turut membantu pengiriman air bersih ke dusun dan dukuh yang membutuhkan pasokan air.

Sugeng mengatakan, sebelumnya BPBD Sragen hanya memiliki tiga tiga armada truk tangki, yang sifatnya pinjam pakai. Yakni dua dari BPBD Provinsi Jawa Tengah dan satu dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Mulai Selasa (27/8)  armada mereka bertambah satu lagi, seusai mendapatkan bantuan truk tangki air dari Bank Jateng. Truk tangki itu diserahkan dari Bank Jateng kepada Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati, yang lalu diserahkan kepada BPBD Sragen

“Kami memberikan apresiasi yang tinggi atas bantuan truk tangki tersebut karena menambah armada kami dalam penanggulangan kedaruratan, khususnya untuk mengirim air bersih ke daerah-daerah yang dilanda kekeringan,” kata Sugeng.

Langganan Kekeringan

Berdasarkan data yang ada, di Sragen terdapat setidaknya 36 desa di tujuh kecamatan yang jadi langganan kekeringan. Yakni Kecamatan Gesi, Tangen, Sukodono, Mondokan, Jenar, Miri dan Sumberlawang. Desa-desa itu berada di wilayah Utara aliran Bengawan Solo.

Selama ini pengiriman air bersih ke dukuh-dukuh dan dusun-dusun yang dilanda kekeringan, banyak dilakukan oleh BPBD Sragen, PDAM Tirto Negoro Sragen dan PMI Sragen yang memiliki armada truk tangki.

Sekretaris Daerah (Sekda) Tatag Prabawanto yang ex officio merupakan Kepala BPBD Sragen mengatakan, bila ada pihak-pihak yang ingin memberikan bantuan air bersih, diharapkan berkoordinasi dengan pihak BPBD Sragen.a

Pasalnya, mereka memiliki data-data tentang desa-desa yang mengalami kekeringan, termasuk jadwal pengiriman air bersih. “Kalau berkoordinasi dengan BPBD maka bisa diarahkan ke lokasi yang benar-benar membutuhkan bantuan air, juga untuk mencegah agar tidak terjadi penumpukan bantuan,” kata Sekda.(Basuni Hariwoto)

Editor : Heru Susilo

Tinggalkan Pesan