Satu Kios di Pasar Sunggingan Terbakar

0
kios-pasar-terbakar
PADAMKAN API: Petugas bersama warga memadamkan api yang membakar kios sembako di Pasar Sunggingan, Boyolali Kota. (suaramerdekasolo.com/Joko Murdowo)

BOYOLALI,suaramerdekasolo.com – Kebakaran melanda satu unit kios di kawasan Pasar Sunggingan, Boyolali Kota, Jateng,  Selasa (27/8) malam. Diduga, kebakaran dipicu korsleting listrik.

Kios yang terbakar berukuran 4 X 4 meter milik Atek. Api mulai terlihat pada pukul 23.15 WIB. Api cepat membesar karena di dalam ruko terdapat banyak barang yang mudah terbakar seperti plastik dan kain.

Atek merupakan pedagang sembako seperti gula, teh, dan sabun. Kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah karena barang-barang dagangan ludes. Beruntung tak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian itu.

Api kali pertama diketahui oleh salah satu warga yang bernama Cholisa. Saat itu, dia melihat kepulan asap hitam membubung tinggi dari salah satu kios di kawasan Pasar Sunggingan. Warga  pun langsung melaporkan kejadian ke pemerintah desa setempat yang diteruskan ke Satpol PP Boyolali.

Arus Pendek

Begitu menerima laporan, tiga buah mobil pemadam kebakaran langsung meluncur ke lokasi guna memadamkan api. Tak hanya memadamkan si jago merah, petugas juga berupaya melokalisir api agar tidak menjalar ki kios lainnya.

Proses pemadaman berlangsung hingga dua jam. Namun demikian, sebagian besar semabko di dalam kios ikut ludes. Dugaan awal, kebakaran dipicu adanya korsleting listrik di dalam kios hingga timbul percikan api.

“Hampir seluruh bagian kios ludes terbakar. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa kebakaran itu. Namun, kerugian material ditaksir mencapai Rp 200 juta,” ujar Kabid Pemadam Kebakaran Satpol PP Boyolali, Dono Rumekso.

Kepala Disperindag Boyolali, Karsino mengungkapkan, pihaknya berulang kali sudah mengingatkan para pedagang agar senantiasa mengecek sambungan bakel listrik di dalam kios maupun los. Jangan sampai sambungan kendor maupun terjadi korsleting listrik.

“Sebelum pulang, pastikan kondisi aman. Meskipun pengamanan pasar sudah dibentuk petugas sendiri yang dikoordinir oleh paguyuban pedagang pasar setempat.” (Joko Murdowo)

Editor : Budi Sarmun 

 

Tinggalkan Pesan