Warga Kluwih, Bulu Sulap Bantaran Bengawan Solo Jadi Taman

0
TAMAN KALASEBA : Sejumlah warga sedang menikmati suasana Bengawan Solo di Taman Kalaseba yang ada di dukuh Kluwih Desa Lengking, Bulu. (Suaramerdekasolo.com/Heru Susilo)

SUKOHARJO,suaramerdekasolo.com – Komunitas pecinta lingkungan Bengawan Solo, khususnya di Dukuh Kluwih, Desa Lengking, Kecamatan Bulu, menyulap bantaran menjadi kawasan taman.
Semak belukar yang biasanya tumbuh subur di tempat tersebut dibabat habis dan digantikan dengan taman bunga. Beragam jenis tanaman menghiasi taman yang kini dikenal dengan sebutan Taman Kalaseba yang berada di RT 001 RW 004. Jenis tanaman tersebut di antaranya Ketapang, Cemara, Bambu kuning, Waru, Belgi, Trembesi dan lainnya.
Salah satu pengelola sekaligus penggagas Taman Kalaseba, Gunadi mengatakan gagasan pembangunan Taman Kalaseba berawal dari keprihatinan warga dipinggiran Bengawan Solo akan kondisinya. Sebab sungai dengan nama besar tersebut dibiarkan begitu saja, utamanya lingkungannya.
“Kondisi lingkungan di bantaran sungai itu yang membuat kami dan warga itu berfikir bagaimana cara memanfaatkannya. dari banyak diskusi akhirnya kami sepakat mengaggas taman Kalaseba,” terang Gunadi.
Semangat warga yang tinggi akhirnya membuahkan hasil. Meski saat ini hasil dari kreativitas warga belum terlihat sempurna, namun mereka sudah mempunyai gambaran. Hingga kini penataan taman Kalaseba masih terus berjalan. Selain sebagai area publik, taman tersebut juga bisa digunakan untuk kegiatan pertunjukan seni dan budaya bagi warga setempat.
“Nantinya kami akan melengkapi taman Kalaseba dengan wisata air. Dimana pengunjung bisa menikmati susur Sungai Bengawan Solo dengan menggunakan perahu gethek,” imbuhnya.
Gethek dipilih karena untuk membangkitkan kembali suasana tempo dulu yang menjadi sarana trasportasi utama warga. Namun yang paling utama adalah bagaimana melestarikan lingkungan Bengawan Solo. Sehingga tempat tersebut benar-benar menjadi lokasi yang bersih dan terawat.

Pentas Seni
Widhi, pegiat seni dan budaya Sukoharjo mengatakan, potensi yang ada di Bengawan Solo sangat besar. Di mana pada zaman dahulu merupakan titik-titik berkembangnya budaya dan ekonomi warga. Bahkan di sepanjang aliran Bengawan Solo, merupakan derah dengan berbagai produk unggulan.
“Nguter ada industri jamu, Kecamatan Bulu berkembang kerajinan tenun dan lainnya, belum lagi di Grogol ada pesanggarhan dan banyak lagi,” ujarnya.
Karena itu, pihaknya sangat mendukung apa yang dilakukan oleh komunitas pecinta lingkungan di Lengking yang menghidupkan kembali kejayaan Bengawan Solo, yang sebenar-benarnya. “Di sini nanti kami akan menggelar pentas seni budaya yang bertemakan Bengawan Solo yang benar-benar berada di bengawan,” tandasnya.(Heru susilo)

Tinggalkan Pesan