Jadi Pembicara di Rakornas IV Pesantren Muhammadiyah, Muhadjir Singgung Soal Toleransi Beragama

rakornas-pesantren-muhammadiyah
Rakornas IV: Mendikbud Muhadjir Effendy saat menjadi keynote speaker dalam kegiatan Rakornas IV Pesantren Muhammadiyah di Gedung Induk Siti Walidah, Kamis (29/8). (Ari Purnomo Apil)
SOLO,suaramerdekasolo.com – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menjadi pembicara dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) IV Pesantren di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Kamis (29/8/2019) malam.
Pada kesempatan tersebut, Muhadjir menyampaikan mengenai sejumlah poin penting dan yang perlu dibenahi dalam tubuh Muhammadiyah. Dan salah satu poin yang perlu diperbaiki di tubuh Muhammadiyah adalah masalah toleransi dalam beragama. 
 
 Muhadjir menyinggung kondisi umat beragama saat ini, terutama agama Islam. Dimana, banyak yang justru tidak toleransi terhadap sesama muslim sendiri. “Sekarang ini umat muslim lebih toleran terhadap umat yang lain, daripada terhadap sesama muslim. Ini menjadi masalah internal, dan di Muhammadiyah juga begitu,” katanya.
 
Kondisi ini, menurutnya, membuat hadirnya pengelompokan-pengelompokan. Salah satu contoh saat dirinya menjabat sebagai menteri. Banyak yang berpikir bahwa dirinya adalah menteri Muhammadiyah. Mengingat, selama ini dirinya adalah kader Muhammadiyah. “Makanya banyak yang berharap menteri Muhammadiyah, makanya harus membela kepentingan Muhammadiyah, ” katanya sembari tersenyum. 
 
Kondisi tersebut, kata Mendikbud menjadi permasalahan internal yang sangat tidak sehat. Sehingga, ke depan pola pikir atau pengelompokan itu juga harus diperbaiki. “Kondisi ini sangat tidak sehat untuk ke depannya, harus menjadi pemikiran kita (Muhammadiyah),” tandasnya. 
 
Sementara itu, Rakornas IV berlangsung selama dua hari yakni Kamis – Jumat (29-30/8). Kegiatan ini diprakarsai oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui Lembaga Pengembangan Pesantren Muhammadiyah (LP2PM). Kegiatan ini sebagai simpul persaudaraan antar pengelola Pesantren Muhammadiyah yang ada di seluruh Indonesia. 
 
Ketua LP2 PP Muhammadiyah, Maskuri mengatakan, saat ini keberadaan pesantren di lingkungan Muhammadiyah banyak yang mengalami perubahan. Mulai dari sistem kelas hingga pada sistem pembelajaran. 
 
“Muhammadiyah sebagai civil society tdak bisa dipisahkan dari pesantren, karena KH Ahmad Dahlan sebagai pendirinya juga sebagai alumni pesantren. Rakornas ini dihadiri oleh 300 peserta utusan dari pesantren Muhammadiyah se Indonesia,” katanya. (Ari Purnomo Apl)
 
Editor : Budi Sarmun 
 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here