Tips Saat Cedera, Jangan Olesi Krim Pemanas

0
21
tips-saat-cidera
TRAKSI: Dosen FKor UNS Surakarta Bambang Wijanarko mempraktikkan cara traksi pada Pelatihan Penanganan Cedera Olahraga Disabilitas yang digelar NPCI Jateng di Hotel Lorin, Kamis (29/8). (suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

*Penanganan Cedera Olahraga

SOLO,suaramerdekasolo.com – Anda cedera akibat olahraga? Keseleo, engkel bengkak, bahu nyeri dan lainya, jangan olesi dengan krim pemanas. Namun kompreslah bagian yang cedera tersebut dengan es yang dimasukkan di dalam plastik dan dibungkus handuk.

‘’Kompres es melokalisasi pembengkakan bagian yang cedera. Sebaliknya krim pemanas memacu dan memperluas pembengkakan. Kompres bagian cedera itu dua-tiga menit, lalu lepas beberapa saat, sebelum dikompres lagi,’’ kata dosen Fakultas Keolahragaan (FKor) UNS Surakarta Bambang Wijanarko.

Paparan itu disampaikan pada Pelatihan Penanganan Cedera Olahraga Disabilitas yang digelar National Paralympic Committee Indonesis (NPCI) di Hotel D’Wangsa Lorin Solo, Rabu-Jumat (28-30/8). Kegiatan itu didukung Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jateng.

Pengompresan dilakukan hingga pembengkakan jenuh, atau berhenti. Setelah masa akut cedera, baru dilakukan penanganan, misalnya dengan massase. Prinsipnya untuk menghilangkan bengkak, mengendorkan otot tegang, serta traksi-reposisi atau pengembalian posisi persendian di daerah cedera.

Tetap Berlatih

tips-saat-cidera2
TAPING: Dosen FKor UNS Bambang Wijanarko mempraktikkan pemasangan taping pada Pelatihan Penanganan Cedera Olahraga Disabilitas yang digelar NPCI Jateng di Hotel Lorin, Kamis (29/8). (suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

Narasumber lain, dosen Poltekkes Surakarta Bambang Trisnowiyanto menambahkan, selama cedera, seorang atlet harus tetap berlatih. Yang tetap dilatih adalah bagian tubuh yang tidak cedera. Dengan demikian, endurance atlet tidak sama sekali hilang.

‘’Fisioterapi dibutuhkan untuk memaksimalkan potensi gerak tubuh. Peran pemaksimalan dari saat sakit menjadi sehat, serta setelah sehat kembali menjadi bugar,’’ jelas dia.

Dia mengungkapkan, tiga domain dalam olahraga adalah kekuatan, kecepatan dan daya tahan. Guna menjalankan, butuh fleksibilitas jaringan tubuh. Perlu pemanasan dan koordinasi untuk memulainya, sehingga atlet tak mudah cedera.

‘’Yang juga sangat penting adalah makanan. Atlet jangan diberi nasi bungkus, atau makanan yang hanya dia suka. Nanti programnya bubar, karena potensi gerak tubuhnya tak didukung nutrisi yang cukup,’’ tandasnya.

Pemateri lain pada kegiatan itu adalah Ismaryati (FKor UNS) dan dokter Retno Setyaning (RS Ortopedi Prof Dr Soeharso Surakarta). Ketua Umum NPCI Jateng Osrita Muslim berharap, peserta perwakilan NPCI kota/kabupaten se-Jateng, bisa menyerap dan menerapkan materi pelatihan itu.(Setyo Wiyono)

Editor : Budi Sarmun

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here