Bangunan Pasar Pengging Masuk Tahap Pembongkaran

0
bangunan-pasar-pengging
BESI BEKAS: Pekerja mengumpulkan besi bekas bongkaran bangunan Pasar Pengging, Banyudono, Boyolali. (suaramerdekasolo.com/Joko Murdowo)

*Pembangunan Pasar Pengging Baru

BOYOLALI,suaramerdekasolo.com – Bangunan bekas Pasar Pengging, Kecamatan Banyudono, Boyolali, Jateng dibongkar. Bangunan tersebut sudah dalam kondisi kosong seiring pindahnya pedagang ke Pasar Pengging Baru atau Pasar Pipo.

Dari pantauan suaramerdeka, Senin (2/9), nampak sejumlah pekerja membongkar atap bangunan. Semua genteng diturunkan dari atap dan ditata rapi di bagian bawah. Kemudian semua kayu baik blandar maupun usuk dan reng juga dibongkar.

Sebagian pekerja membongkar tangga besi dan pintu lipat. Untuk memudahkan pembongkaran, pekerja juga menggunakan peralatan las. Selanjutnya, besi yang terkumpul ditimbang dan dinaikkan ke atas truk.

Menurut Badri, pengawas pembongkaran, kegiatan pembongkaran ditargetkan selesai dalam tempo dua bulan. Tak hanya atap saja, namun juga sekaligus pembongkaran seluruh bangunan. Sehingga nantinya semua bangunan diratakan dengan tanah.

“Kegiatan pembongkaran ini baru berjalan seminggu, kami optimis proses pembongkaran bisa selesai tepat waktu,” katanya disela- sela mengawasi proses pembongkaran atap bangunan.

Untuk pembongkaran tembok bangunan, lanjut dia, bakal menggunakan alat berat atau begu. Sehingga proses pembongkaran bisa berlangsung cepat. Apalagi, bangunan tersebut juga menggunakan besi cor bertulang.

“Jika mengandalkan peralatan manual, bakal berjalan lama. Belum lagi nantinya meratakan areal dan membuang siswa material.”

Area Terbuka

Petugas keamanan, Dwi Purnomo alias Brewok menambahkan, pembongkaran bangunan dimenangkan pengusaha asal Yogya. Adapun nilai lelang sekitar 1,64 miliar dari nilai pagu sekitar Rp 400 juta.

“Seluruh besi bekas bangunan nantinya bakal dibawa ke pabrik pengecoran di Surabaya.”

Dijelaskan, pembongkaran bangunan sekaligus membersihkan seluruh material dari area pasar. Sehingga area menjadi bersih dan siap dibangun untuk area terbuka atau alun- alun. Kawasan dilengkapi dengan area kuliner.

“Rencananya seperti itu, jadi sebelum dibangun maka kawasan ini harus bersih dulu. Sehingga memudahkan proses pembangunan nantinya.” (Joko Murdowo)

Editor : Budi Sarmun 

 

Tinggalkan Pesan