Belajar Demokrasi dan Merajut Kebhinekaan di SMP Muh PK

0
48
SMP-MUH
SURAT SUARA: Para siswa menunjukkan surat suara untuk memilih kandidat ketua Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) di SMP Muh PK. (Suaramerdekasolo.com/Evie K)
SOLO,suaramerdekasolo.com – Beragam cara bisa dilakukan untuk mempererat dan menjaga kebhinekaan dalam berdemokrasi. Hal itu coba dilakukan oleh SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta pada ajang pemilihan ketua Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) di sekolah setempat. Kegiatan pemilihan tersebut melibatkan kurang lebih 268 siswa kelas tujuh hingga sembilan.
Humas SMP Muh PK Aryanto menyampaikan bahwa para kandidat yang berjumlah tiga siswa berorasi di hadapan ratusan siswa dengan kostum adat tradisi dari daerah untuk menyampaikan pesan bahwa sebagai bangsa yang berbhineka tunggal ika maka harus mengedepankan persatuan dan kesatuan. 
“Perbedaan keragaman adat dan tradisi tidak boleh memecahkan persatuan kita sebagai bangsa Indonesia, itu yang ingin kita sampaikan melalui acara ini,” tutur Aryanto 
Kegiatan itu menurutnya untuk menyikapi fenomena yang tengah terjadi di tengah kehidupan berbangsa saat ini. Melalui pelaksanaan Pemilu (Pemilihan Umum) Ketua IPM periode 2019/2020 yang dikemas mirip dengan kegiatan yang dijalankan oleh KPU, kata dia, para siswa yang masih remaja tersebut mampu belajar berdemokrasi sejak dini. Hl itu dari cara cara dalam menggunakan hak pilih dan dipilih sesuai aturan yang ada.
“Selain pesan kebhinekaan, kami juga memberikan pendidikan politik kepada para siswa dalam hal berdemokrasi memilih pemimpin mereka,” jelas Aryanto.
Sikap pandangan siswa terhadap kebhinekaan juga terlihat saat kandidat nomor 01 Faiz Ariinto yang berorasi memakai baju adat Padang. Dalam orasinya, ia menyampaikan bahwa kita sudah ditakdirkan untuk berbeda-beda termasuk warna kulit maka dari itu tidak bisa menjadi alasan untuk menjelekkan satu sama lain. Sikap yang sama juga disampaikan oleh kandidat nomor 02 Adlyn Filzah yang memakai baju adat Minang dan kandidat nomor 03 Allifa Putri W memakai baju adat NTT yang menyampaikan bahwa sesama manusia harus saling menghargai.
Abdil Faiz Daffa Putra selaku ketua pelaksana kegiatan menjelaskan bahwa proses pemilihan kandidat ketua IPM dilakukan dengan menyeleksi 30 calon yang ada menjadi 3 kandidat. Ketiga kandidat itu pada hari ini disosialisasikan melalui acara orasi dan debat kepada para siswa. Kegiatan berikutnya adalah pencoblosan suara dan perhitungan suara. Ia pun berharap akan terpilih ketua IPM yang baru yang dapat diterima oleh semua siswa dan dapat lebih menggairahkan kegiatan-kegiatan di sekolah.(Evie Kusnindya) 
 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here