Pejabat OJK Angkat Bicara Soal Pemblokiran Rekening

blokir-rekening
BERI PENJELASAN- Kepala OJK Kota Surakarta, Eko Yunianto memberikan penjelasan terkait adanya pemblokiran rekening milik anggota Polri di kantornya, Selasa (3/9). (suaramerdekasolo.com/Sri Hartanto)

SOLO, suaramerdekasolo.com- Kasus pemblokiran rekening nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI), Denny Setyawan, mendapat perhatian khusus dari pejabat Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Menurut Kepala OJK, Eko Yunianto kasus pemblokiran rekening nasabah secara sepihak oleh BRI semestinya dapat diselesaikan secara mediasi, sehingga tidak perlu penyelesaiannya di pengadilan. Lantaran masalah tersebut sudah masuk ranah hukum, OJK Solo tidak bisa melakukan mediasi.

”Intinya jika pemblokiran rekening sudah masuk ke pengadilan, OJK tidak ada kewenangan. OJK punya kewenangan apabila nasabah keberatan lalu melakukan pengaduan ke BRI. Bila dalam tempo 20 hari tidak ada penyelesaian, baru mengadu ke OJK,” tegas Kepala OJK itu di Kantor OJK Solo, Jalan Veteran, Selasa (3/9).

Ditambahkan Eko, OJK dalam masalah ini sifatnya hanya memfasilitasi. Mempertemukan antara nasabah dan pihak bank. Hasil akhir nantinya berdasar rekomendasi pandangan OJK dalam permasalahan tersebut.

Penyelesaian kasus, lanjutnya, tergantung berdasar kesepakatan antara nasabah dan bank. Pihak OJK tidak bisa memutuskan siapa yang benar dan salah.

Menurutnya, tiap bank memiliki standar operasional prosedur (SOP) yang berbeda dalam melakukan pemblokiran. Sebelum melakukan pemblokiran, lanjutnya, bank semestinya melalui sejumlah prosedur. Bila bank memblokir tidak sesuai kriteria bisa jadi kesalahan ada pada oknum petugasnya.


Berdasar konfirmasi dari pihak BRI, Eko menjelaskan petugas yang berwenang melakukan pemblokiran di wilayah cabang setingkat Asisten Operasional Manajer. Sedangkan di tingkat unit adalah Kepala Unit BRI.

”Terkait tentang modus pemblokiran, OJK tidak tahu, itu SOP-nya BRI. Kami tidak mendalami. Karena kasusnya sudah mencuat di sejumlah media, kami mencoba untuk konfirmasi ke pihak BRI,” urainya.

Secara detail kasus yang muncul, kata pejabat OJK tersebut, OJK tidak begitu paham kasusnya, karena masalah yang timbul tidak diadukan ke OJK. ”Kami tahu ada kasus ini ya dari media dan kasusnya sudah disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Surakarta,” urainya.

Adapun sidang yang mestinya dilanjutkan pada Selasa (3/9) dengan agenda replik, akhirnya ditunda. Penggugat yakni anggota Polresta Surakarta, Denny Setyawan yang diwakili kuasa hukumnya, Heroe Setiyanto SH MH dan Agung SH meminta kepada majelis hakim yang diketuai Sutedjo SH agar menunda sidang karena repliknya belum siap dibacakan. Oleh majelis hakim, sidang berikutnya akan dilanjutkan pada Selasa mendatang. (Sri Hartanto)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan