22 Pesilat Jateng Ditempa di Solo

0
pesilat-pelatda
LATIHAN TEKNIK: Pesilat Solo Sapto Purnomo (kiri) menjalani latihan teknik dalam pelatda Jateng di kawasan Gajahan, Colomadu, beberapa waktu lalu.(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

*Pelatda Hadapi Pra-PON 2020

SOLO,suaramerdekasolo.com –  Dua puluh dua pesilat dari berbagai daerah di Jateng mulai menjalani training camp (TC) di Solo dan Colomadu, Karanganyar. Mereka digembleng dalam latihan intensif guna memburu tiket menuju PON Papua 2020.

‘’Sesuai hasil rakernas Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) beberapa waktu lalu, Pra-PON dijadwalkan digelar di Jakarta pada 12-17 November mendatang. Maka sejak pekan ini, tim pelatda melakukan latihan tersentral,’’ kata salah seorang pelatih tim pencak silat Jateng, Haris Nugroho, Selasa (3/9).

Pria yang juga dosen Fakultas Keolahragaan UNS Surakarta itu menjelaskan, sebelum tersentral, sebenarnya para atlet telah memulai latihan namun secara desentralisasi. Hanya pada Sabtu dan Minggu mereka berlatih bersama di eks tempat latihan Pusat Pendidikan dan Latihan Mahasiswa (PPLM) Pencak Silat kawasan Gajahan, Colomadu.

‘’Sekarang karena waktunya kian sempit, maka TC harus mulai dilakukan. Tentu kami tidak ingin banyak atlet tersingkir dalam Pra-PON, sehingga tidak bisa bertanding di Papua mendatang,’’ tandas Haris.

Pelatnas

Kendati telah menjalani latihan tersentral, namun beberapa atlet tak bergabung dalam TC tersebut. Mereka antara lain pesilat putri asal Solo, Nadia Haq Umami (biasa turun di kelas B putri) dan atlet asal Klaten Khoirudin Mustakim (A putra). Sebab, keduanya masuk dalam tim pelatnas pencak silat yang sejak beberapa bulan lalu juga melakukan TC di Kota Bengawan. Pelatnas itu diproyeksikan untuk menghadapi SEA Games Filipina 2019.

‘’Bagi atlet pelatda yang masuk TC pelatnas, memang latihannya di pelatnas. Tapi saat Pra-PON nanti, mereka akan bergabung dengan tim pelatda Jateng,’’ tambah Kabid Pembinaan Prestasi (Binpres) Pengprov IPSI Jateng, Indro Catur yang juga pelatih pelatnas.

Dia mengungkapkan, Mustakim dkk harus melalui pertarungan ketat guna merebut tiket menuju PON mendatang. Sebab Jateng berada di wilayah C/III Pra-PON, bersama sepuluh provinsi lain yang memiliki tim-tim kuat. Skuad rival di wilayah itu adalah Sulteng, Jatim, Kalteng, Sumsel, Kalbar, DKI Jakarta, Sulsel, Kalsel, Kepri dan Gorontalo.(Setyo Wiyono) 

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan