Guru-guru Perguruan Muhammadiyah Diajak Sempurnakan Bacaan Alquran

5
Guru-guru-Perguruan-Muhammadiyah-Diajak-Sempurnakan-Bacaan-Alquran
TAHSIN: Para guru di bawah Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Surakarta secara rutin tahsin tilawah Alquran.(suaramerdekasolo.com/Evie Kusnindya)

SOLO suaramerdekasolo.com – Melakukan segala sesuatu harus dengan ilmu, tak terkecuali dalam membaca Alquran. Hal itu dilakukan dengan salah satunya dengan memperdalam ilmu tahsin atau cara untuk memperbagus bacaan. 

Dengan tekad itulah para guru Ismuba atau guru Al Islam, Kemuhammadiyahan dan bahasa Arab di bawah Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen)  Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM)  Surakarta secara rutin diikutkan dalam tahsin tilawah Alquran yang digelar setiap Sabtu mulai pukul 07.00 pagi WIB hingga 09.00 di gedung Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Perguruan Muhammadiyah yang berlokasi di Margoyudan. Kegiatan rutin ini dimaksudkan untuk memperbaiki bacaan Alquran para guru. 

“Tujuannya utamanya kegiatan pendidik semakin kompeten, syi’ar ajaran Islam melalui seni baca Alquran (Tahsin Tilawah) semakin progresif dan Membumikan Alquran di lingkungan perguruan Muhammadiyah,” kata Pengurus Program Tahsin Tilawah Jatmiko. 

Dikemukakan,  setiap kali pertemuan tak kurang dari 85 guru yang mengikuti kegiatan tersebut. Mereka terbagi bagi dalam kelas kelas sesuai kemampuan mereka dalam membaca Alquran.

Jatmiko mengungkapkan,  banyak diantara pembelajar yang pantas diacungi jempol. Mereka sudah senior,  sepuh atau bahkan hampir purnatugas namun masih bersemangat belajar membaca Alquran secara benar.  

“Angkatan pertama pesertanya sekitar 140 orang dan setelah 43 kali tatap muka,  banyak yang sudah bagus dan dinyatakan lulus . Sebanyak 14 guru di antaranya bahkan sudah menjadi pengajar untuk guru-guru lainnya.   Untuk Angkatan kedua ini sebanyak 85 peserta yang mengikuti 20 kali pembelajaran tatap muka. 
Dikatakan,  selain tilawah, para peserta juga diberikan siraman rohani selama 30 menit. Dalam sesi tersebut biasanya diberikan motivasi untuk terus mempelajari Alquran. 

Cahaya Alloh

Jatmiko menambahkan, setiap kali pertemuan peserta men-tilawah satu surah Nahawand (Iraqi). Lagu Nahawand terdiri dari lima bentuk dan dua selingan, yaitu Nuqrasy dan Murakkab.

Ciri-ciri variasi Nuqrasy yaitu bernada rendah (turun) sedangkan variasi Murakkab bernada tinggi (naik). Adapun tingkat suara Nahawand ada dua, yakni Jawab dan Jawabul Jawab.

Ustaz akan membacakan surah dengan benar dan paserta akan mengikutinya. Kemudian bersama-sama men-talaqqi-kan kembali surah, dan talaqi fardhu, yaitu dibaca kembali sendiri-sendiri.

“Bagi pendidik yang tekun mengikuti pelatihan pasti akan mendapat efek baik keluar maupun ke dalam sehingga termotivasi untuk mengajarkan Alquran dengan merdu dan indah yang muaranya sebagai para Muhasin, Muhasinat Alquran. ” 
Jatmiko menjelaskan, buku petunjuk untuk mewujudkan cahaya Allah dalam kehidupan adalah Alquran dan Hadits. 

“Perbaiki membaca Alquran (baca dengan tartil, penuhi hukum Tajwid). Alquran harus dibaca, diterjemahkan, dipelajari, dilaksanakan, disyiarkan atau disebarluaskan, serta terus diamalkan,” katanya. (Evie Kusnindya)  

Editor : Hartanto Gondes 

 

5 KOMENTAR

Tinggalkan Pesan