Pemuda-Pemudi Nusantara Wonogiri Siap Menjaga Persatuan

0
Pemuda-Pemudi-Nusantara-Wonogiri-Siap-Menjaga-Persatuan
MENYANYI BERSAMA : Para pemuda dan pemudi dari berbagai daerah di tanah air bernyanyi bersama saat Silaturahmi Kebangsaan di pendapa Kabupaten Wonogiri, Rabu malam (4/9). (suaramerdekasolo.com/Khalid Yogi)
WONOGIRI,suaramerdekasolo.com – Para pemuda-pemudi dari berbagai daerah Nusantara mengikuti Silaturahmi Kebangsaan di pendapa Kabupaten Wonogiri, Rabu malam (4/9). Mereka berikrar untuk menjaga persatuan, mempertahankan Negara
Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta tidak terpengaruh oleh berita yang bersifat destruktif, ujaran kebencian, dan hoaks.

Kegiatan itu diikuti mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Kristen Bina Muda Wirawan (STAK BMW) Wonogiri, Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri (STABN) Raden Wijaya Wonogiri, siswi asal Papua SMK 1 Wonogiri,Sekolah Tinggi Agama Islam Mulia Astuti (Staimas) Wonogiri, Persaudaraan Setia Hati (PSH) Terate Parluh 2016, PSH Terate Parluh 2017, PSH Tunas Muda Winongo, dan berbagai organisasi kepemudaan di
Kabupaten Wonogiri.
Sebagian dari mereka adalah pelajar dan mahasiswa dari Papua, Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, dan berbagai daerah di Nusantara.

Dalam kesempatan itu, mereka mengucapkan deklarasi forum silaturahmi kebangsaan pemuda-pemudi Nusantara. Deklarasi itu berisi ikrar untuk mempertahankan dan membangun NKRI menuju masyarakat adil makmur sejahtera berlandaskan Pancasila dan UUD 1945, sanggup menjaga persatuan dan kesatuan dalam bingkai NKRI, siap menjaga dan mengamankan tegaknya NKRI, serta tidak terpengaruh berita destruktif, hoaks, dan ujaran kebencian.

Kapolres Wonogiri AKBP Uri Nartanti Istiwidayati mengatakan, forum silaturahmi kebangsaan pemuda pemudi nusantara juga bertujuan memperkenalkan seni budaya yang berada di wilayah Kabupaten Wonogiri. Selain itu untuk memperingati hari Kemerdekaan ke-74 Republik Indonesia. Dia berpesan agar semua pemuda lebih cerdas dalam memilih informasi.
“Tetap jaga kerukunan dan persatuan sehingga tidak mudah terpecah belah. Jadikan perbedaan sebagai suatu kekayaan yang bersinergi menjadi kekuatan besar dan bermanfaat untuk kemajuan bangsa Indonesia,” pesannya.

Dandim 0728/Wonogiri Letkol Inf M Heri Amrulloh mengatakan, NKRI ebuah wilayah yang terdiri atas beribu-ribu pulau. Dalam sejarah bangsa, Indonesia menjadi bangsa yang besar dan membanggakan dengan keanekaragaman agama, etnis, suku ras hingga kelas sosial.

NKRI adalah sebuah bangsa yang sejak lahirnya terbentuk dari kekayaan dan keberagaman Nusantara. Proses pembentukan negara kesatuan Indonesia dilakukan secara bersama dari keberagaman agama, etnis, suku, ras dan kelas sosial. Sehingga terwujud sebuah negara kepulauan terbesar di dunia yang berada di titik strategis antara dua benua dan dua samudera.

“Indonesia dengan daya tarik sumber daya alamnya menjadikan Nusantara
sebagai alam sari peradaban dunia yang harus selalu dijaga dan lindungi bersama,” katanya.

Bupati Wonogiri Joko ‘Jekek’ Sutopo mengatakan, kemerdekaan Indonesia
diawali dari adanya Budi Utomo, Sarekat Islam, Muhammadiyah, NU,
Sumpah Pemuda dan munculnya organisasi-organisasi kepemudaan lainnya.
Semua dibentuk untuk melawan penjajahan Belanda. (Khalid Yogi)
 

Tinggalkan Pesan