Dugaan Penyimpangan Kasus Ponggok Dibawa ke Kemendes

0
23
penyimpangan-desa ponggok
KANTOR DESA: Kantor Pemerintah Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo sekaligus kantor BUMDes berdiri megah di tepi jalan. (suaramerdekasolo.com/Achmad H)

KLATEN,suaramerdekasolo.comKasus dugaan penyimpangan di BUMDes Tirta Mandiri Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo dibawa ke Kementerian Desa. Tim dari unit Tipikor Polres Klaten dikirim untuk melakukan konsultasi.

Kasat Reskrim Polres Klaten AKP Dicky Hermansyah menjelaskan Polres Klaten mengirimkan tim ke Jakarta untuk berkonsultasi dengan Kemendes.

”Bukan audit tetapi kami koordinasi dengan Kemendes,” jelasnya, Jumat (6/9) mewakili Kapolres Klaten AKBP Aries Andhi.

Menurut Kasat tim yang dipimpin Kanit Tipikor itu berangkat ke Jakarta bersama beberapa anggota sejak hari Selasa. Tim berkoordinasi berkait dengan aturan tentang badan usaha milik desa (BUMDes). BUMDes ada tahun 2009 tetapi ada aturan tentang BUMDes pada tahun 2014.

Penyidik ingin mengetahui tentang bagaimana aturan sebenarnya. Soal saksi yang sudah dimintai keterangan, Kasat enggan menjelaskan lebih detail. Namun yang jelas proses penyelidikan masih terus berjalan.

Pelapor kasus itu, Edi Santosa Aribowo mengatakan langkah yang diambil penyidik Polres Klaten itu diapresiasi. Sebagai pelapor dia menilai penyidik Polres melakukan tugasnya secara profesional. Langkah koordinasi ke Kemendes itu menunjukkan proses hukum terus berjalan sesuai aturan dan tidak seperti yang dikhawatirkan banyak pihak.

” Kami berharap terus berjalan sehingga terbukti benar atau salahnya,” katanya.

Kawal Kasus

Menurut Edi, awal pekan lalu dirinya sempat ke Polres bertemu penyidik menanyakan perkembangan proses penyelidikan.

Dikatakan jika penyidik akan ke Kemendes berkonsultasi berkait tentang aturan BUMDes. Apa yang dilaporkannya sejak awal tidak hanya berkait masalah dugaan korupsi tetapi banyak hal. Mulai dari penggelapan aset sampai ketidakjelasan pendapatan BUMDes beberapa tahun.

Diberitakan sebelumnya, Jaringan Guna Advokasi Anggaran (Jaguar) melaporkan Kades Ponggok, Junaidi Mulyono atas dugaan penyelewengan dana dan aset Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tirta Mandiri Desa Ponggok. Dana yang diselewengkan totalnya mencapai sekitar Rp 21,6 milyar. (Achmad H)

Editor : Budi Sarmun

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here