Wah Keren, Tenant Mahasiswa UNS Dilirik Calon Mitra Bisnis

0
37
Tenant-Mahasiswa-UNS
PAMERKAN PRODUK :sejumlah tenant mahasiswa UNS menyajikan aneka produk inovasinya untuk dipaparkan pada calon mitra bisnis dalam business matching. (suaramerdekasolo.com/Evi Kusnindya)

SOLO,suaramerdekasolo.com – Lembaga Inkubasi Bisnis Universitas Sebelas Maret (UNS)  Surakarta menggelar business matching di UNS Inn,  Jumat (6/9). Kegiatan tersebut untuk memfasilitasi tenant milik pengusaha pemula dari mahasiswa binaan Inkubator Bisnis (IB)  UNS untuk bertemu dengan calon mitra bisnisnya.  

Kepala Inkubator Bisnis UNS Dr Yuniawan Hidayat mengemukakan, business matching adalah upaya menjembatani para tenant binaan yang membutuhkan tambahan modal, bantuan pemasaran serta inovasi teknologi untuk pengembangan usahanya dengan pihak calon mitra bisnisnya. 

Dalam business matching tersebut para tenant memaparkan kondisi bisnis yang dijalankan dan potensinya kemudian beraudiensi dengan para calon mitra.  Dari 24 tenant yang memberikan paparan, ada 13 tenant yang akan melakukan pertemuan lanjutan dengan mitra untuk proses komersialisasi.

Dengan kerjasama tersebut diharapkan terjalin kemitraan usaha yang akan mengantarkan start-up inovatif ini dapat tumbuh dan berkembang.

Kepala Subdirektorat Lembaga Inkubator dan Intermediasi Teknologi Kemenristekdikti Dr Ferry Rahmadhan megemukakan,  untuk pengembangan dan inkubasi pengusaha pemula dari mahasiswa, Kemenristekdikti menggelontorkan dana sebesar Rp 300 juta untuk UNS. 

“Dana itu hanya boleh digunakan untuk kegiatan pembinaan dan inkubasi bisnis untuk tenant binaan. Tidak boleh untuk yang lainnya, ” katanya. 

Selain UNS, terdapat 19 perguruan tinggi lain yang juga memperoleh kucuran dana pembinaan tersebut.  

Senior PPKWU UNS Dr Eddy Tri Haryanto menambahkan jika program inkubasi bisnis mahasiswa ini memerlukan komitmen yang kuat dari pimpinan perguruan tinggi. Sebab pembinaan wirausaha harus dilakukan secara berkesinambungan. 

Ia menambahkan, dalam mengantarkan produk hasil inovasi wirausahawan mahasiswa ke pasar, UNS mendorong agar produk telah mendapatkan sertifikasi sesuai standar yang berlaku, baik itu izin edar, halal ataupun Standar Nasional Indonesia (SNI). “Dengan telah adanya sertifikasi sesuai standar maka produk terjamin kualitas maupun keamanannya,” paparnya.(Evie Kusnindya)

Editor : Budi Sarmun 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here