Pelatnas Sepak Bola CP Lintas Alam di Pengging

0
joging-boyolali-penggjng
JOGING: Para awak tim sepak bola celebral palsy (CP) melakukan joging pada jalan tengah persawahan di jalur Banyudono-Pengging, Boyolali, Sabtu (7/9). (suaramerdekasolo.com/Settyo Wiyono)

 

*Lewati Sawah-Kampung, Serta Sempat Terkepung

BOYOLALI,suaramerdekasolo.com –  Tim pelatnas sepak bola celebral palsy (CP) National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) kembali menjalani lari lintas alam atau cross country, Sabtu (7/9) pagi. Yahya Hernanda dkk start di daerah Banyudono selanjutnya jongging menuju Pengging, Boyolali.
Mereka melewati jalan-jalan di tengah persawahan dan perkampungan. Menempuh rute sepanjang lebih-kurang lima kilometer, kemudian mereka finish di Umbul Pengging.

‘’Kami sudah susun rencana, setiba di Pengging, anak-anak langsung mencebur semua ke umbul. Jadi refreshing di suasana beda, sekaligus terapi panas-dingin, sambil tetap berlatih fisik. Namun ternyata kawasan umbul itu ditutup karena ada acara Pengging Fair,’’ kata pelatih tim pelatnas sepak bola CP, Anshar Ahmad.

Akhirnya 13 pemain, termasuk atlet asal eks Karesidenan Surakarta yakni Adi Joko Saputra (Solo), Timin (Wonogiri) dan Sugiyatno (Sragen), dialihkan untuk istirahat di Umbul Sungsang yang berada sekitar 150 meter dari Umbul Pengging.

Karnaval

Tak hanya membatalkan rencana kungkum di Umbul Pengging, tim yang dikawal asisten pelatih Afif Bayu dan personel pendukung Pomo Warih Adi ut juga menghadapi problem penutupan jalan-jalan seputar kawasan wisata berhawa sejuk itu. Mereka bahkan sempat terkepung iring-iringan karnaval Pengging, karena kendaraan pengangkut tim terparkir di jalur yang ternyata digunakan pawai itu.

‘’Malah asyik, bisa melihat keramaian suasana karnaval di Pengging. Tentu tidak setiap saat kami bisa berada di suasana seperti ini,’’ ujar kiper asal Salatiga, Amin Rosyid.

Tim tersebut diproyeksikan memburu medali emas pada ASEAN Para Games (APG) Filipina 2019 yang diselenggarakan pada Januari 2020. Sebagai persiapan, para awak tim sepak bola disabilitas tersebut menjalani training camp (TC) di Solo sejak Mei silam.

Mereka biasa digembleng mematangkan teknik dan kerja sama di lapangan Baturan, Colomadu. Lapangan itu pula yang digunakan untuk menggelar dua kali laga uji coba melawan tim lokal sekolah sepak bola (SSB) U-15.(Setyo Wiyono) 

Editor : Budi Sarmun

 

Tinggalkan Pesan