22 Meteran PDAM Dibobol Pencuri, Air PDAM Meluber Ke Jalanan

0
49
pencurian-meteran-air

KARANGANYAR,suaramerdekasolo.com –  Sebanyak 22 pengukur air (meteran) yang dipasang di rumah pelanggan untuk mengukur seberapa banyak pelanggan menggunakan air, dijebol dan dicuri Minggu malam WIB. Akibatnya  pelanggan kebingungan karena tiba-tiba air berhenti alias macet saat digunakan.

Terlebih kaget lagi saat mengetahui meteran air sudah hilang karena dicuri. Sehingga air tumpah di halaman. Air mengocor karena pipanya diputus dengan paksa, dengan cara ditarik begitu saja pipa sambungan ke meteran.

Prihanto Dirut PDAM Tirta Lawu, Senin,  mengatakan, pihaknya sepagi ini sudah menerima sembilan pengaduan dari pelanggan, dan lainnya memilih tidak mengadu namun secara pribadi mengeluhkan kehilangan meteran air itu.

‘’Saat petugas PDAM mengecek, ada 22 sambungan rumah yang dirusak, sehingga rumah-rumah itu tidak bisa mendapatkan pasokan air karena pipa dari saluran pipa utama ke pelanggan putus, diputus dengan paksa.’’ Kata Prihanto, Senin.

Pencurian pipa itu terjadi di Tegalasri, Karanganyar kota, Gaum Tasikmadu, Pokoh Tasikmadu, Kebakkramat, Gondangrejo. Semua sama kasusnya sama, meteran hilang dan ditarik paksa dari pipa penyambungnya.

Prihanto menduga itu dilakukan oleh orang iseng yang memang butuh uang atau pencurian biasa. Bukan sabotase. Artinya tidak ada unsur itu ingin mengacaukan saluran PDAM keseluruhan. Itu baru dugaan karena yang tahu betul tentu polisi.

Diapakan meteran itu ? Prihanto menduga dijual murah begitu saja, karena barang itu tidak berguna. Namun karena terbuat dari kuningan semua, maka kalau tahu pencurinya harganya memang bisa mahal, bisa sekitar Rp 75.000 sebuah meteran.

Sebab harga kuningan sendiri cukup mahal, bila cepet-cepetan bisa sekitar Rp 30.000 – Rp 50.000 perkilogram. Karena itu dia menduga pencurinya tahu itu terbuat dari kuningan sehingga dijual secara cepat saja sudah pasti laku.

Langsung Penyidikan

Yang celaka akibat dari pencurian itu, air mengalir dari pipa yang putus itu semalaman tanpa terukur. Itu yang menjadikan rugi. Sebab lebih besar jika dibandingkan kebocoran pipa utama PDAM yang tiga dim sekalipun, dan semalaman tidak diketahui.

‘’Itu juga mengganggu orang se kompleks karena berakibat air di sekitar menjadi mengecil, ujar Prihanto tanpa menyebutkan kerugian akibat hilangnya air yang tumpah ke halaman warga yang meterannya dicuri.

Dia juga menyatakan, pencurian dilakukan tidak berurutan, setiap tiga atau empat rumah dijebol, sehingga yang terganggu makin banyak lingkungan yang terputus sambungannya. Kasus ini juga bukan sekali ini terjadi, namun baru sekali saat dia duduk sebagai dirut sejak tiga tahun lalu. Saat dirut lama juga ada kejadian pencurian.

Dia tidak melapor polisi, namun cukup diganti dan disambung ulang agar air normal lagi. Dan lagi itu bukan delik aduan sehingga polisi bisa langsung menyidik jika mau. Yang jelas, Prihanto hanya menerbitkan surat imbauan agar pelanggan berhati-hati dan menjaga meteran rumahnya.(Joko DH)

Editor : Hartanto Gondes

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here