Mayat Waria Diidentifikasi, Ditemukan Dua Luka Tusukan di Leher

0
2728
waria-dibunuh
TIM IDENTIFIKASI: Tim identifikasi Sat Reskrim Polres Klaten membawa mayat tanpa identitas di jalan setapak persawahan, Pakis, Kepanjen, Delanggu, Senin (9/9) siang ke RS. (suaramerdekasolo.com/Achmad H)


* Ditemukan Warga Tewas Mengapung

KLATEN,suaramerdekasolo.com – Penyebab tewasnya seorang pria yang mengapung di saluran irigasi Dusun Pakis, Desa Kepanjen, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, Senin (9/9) siang terkuat. Pada leher korban ditemukan dua luka tusukan benda tajam.

Dokter Puskesmas Delanggu, dokter Tini Wijayanti usai melakukan visum luar di lokasi kejadian mengatakan dari hasil pemeriksaan sementara atau visum luar, ditemukan ada dua luka tusuk di leher korban.

” Di leher bagian tengah dan samping bawah dagu ada tusukan,” jelasnya, Senin (9/9).

Menurutnya, korban diduga sudah meninggal enam atau delapan jam sebelum jenazahnya ditemukan warga. Hal itu terlihat dari tubuh yang sudah kaku seluruhnya. Luka pada leher korban bukan karena gigitan binatang di saluran atau hewan lain sebab lukanya tegas menggores. Luka tegas semacam itu adalah luka tusukan.

Sering Nongkrong

Di punggung juga ditemukan ada luka melepuh tetapi luka itu lebih disebabkan karena mayat sudah terlalu lama di air sehingga mengelupas.

Aris, salah seorang warga sekitar mengatakan korban selama ini sering nongkrong di tepi Jl Yogya-Solo dekat lokasi setiap malam hari. Kadang korban datang malam hari membawa sepeda motor Yamaha Mio warna putih sendiri. Korban sering makan ke warungnya tetapi tidak pernah bercerita identitasnya.

Dia menduga korban merupakan orang luar Kecamatan Delanggu atau orang luar Klaten karena datang membawa sepeda motor atau naik bus. Pernah beberapa kali terlihat bersama temannya tetapi dia juga tidak mengetahui rekan korban orang mana. Untuk menguatkan dugaan itu, Polres mengirimkan jenazah ke RS Bhayangkara di Yogyakarta.

Kapolres Klaten AKBP Aries Andi saat dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim AKP Dicky Hermansyah mengatakan kasus itu masih dalam penyelidikan. (Achmad H)

Editor : Budi Sarmun

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here