Cara Cerdik Petani Tembakau Karangpakel Siasati Harga Kayu Mahal

0
61
petani-tembakau-klaten
PETANI TEMBAKAU : Petani tembakau dari Desa Karangpakel, Kecamatan Trucuk, Klaten, manfaatkan binghol jagung.(suaramerdekasolo.com/Merawati Sunantri)

 

*Oven Tembakau Pakai Bonggol Jagung

KLATEN,suaramerdekasolo.com –  Petani tembakau asepan atau Darh Full Cure (DFC) sering dipusingkan dengan besarnya biaya produksi di saat harga tembakau kurang baik. Harga kayu yang menjadi bahan bakar semakin hari semakin mahal.

Tak hanya itu, mencari penjual kayu pun sekain hari semakin sulit. Namun, bagi Juwandi petani tempakau dari Desa Karangpakel, Kecamatan Trucuk, Klaten, masalah itu sudah bisa dicarikan jalan keluar.

Juwandi berhasil menghemat biaya pengasapan tembakau dengan memanfaatkan limbah jagung. Sebelumnya dia menggunakan kayu bakar, kini dia memanfaatkan limbah bonggol jagung untuk bahan bakar oven tembakau.

Atasi Masalah Sampah

Bagi petani jagung, bonggol jagung menjadi masalah karena sulit membuangnya. Pemanfaatan bonggol jagung juga membuat petani jagung senang karena, masalah limbah bonggol yang kesulitan membuang bonggol pun diuntungkan, karena bisa menjual bonggol.

‘’Kalau menggunakan kayu, sekali mengoven untuk 5 ton tembakau dibutuhkan dana sampai Rp 1,5 juta, tapi dengan menggunakan bonggol jagung hanya butuh beberapa ratus ribu. Selain itu, menggunakan bonggol jagung hasilnya menjadi lebih baik, karena bonggol mengandung gula. Bau daun tembakau lebih harum,’’ ujar Juwandi.

Apa yang dilakukan Juwandi cukup menarik petani tembakau lain. Selain lebih menguntungkan, penggunaan limbah jagung juga sedikit mengatasi masalah sampah. Apalagi, saat ini mencari kayu juga lebih sulit dan harganya semakin mahal.

‘’Saya lebih untung menggunakan bonggol jagung untuk oven tembakau,’’ ujar Juwandi.

Saat ini, ada dua jenis tembakau yakni jenis Sun Cure atau yang pengeringannya sepenuhnya mengandalkan sinar matahari, dan tembakau asepan atau Dark Full Cure (DFC). Juwandi yang juga aktif di Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) itu mengaku bahagia dengan panennya tahun ini.(Merawati Sunantri)

Editor : Budi Sarmun

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here