Ini Bantahan PT Arena Agro Andalan, Usai Dituding Matikan Ribuan Ikan

0
26
limbah-pabrik-tapioka

*Limbah Pabrik Tapioka Memenuhi Baku Mutu

WONOGIRI,suaramerdekasolo.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Wonogiri telah mengecek limbah pabrik tapioka dan maizena PT Arena Agro Andalan, Ngadirojo. Mereka menyatakan limbah yang dikeluarkan pabrik tersebut masih memenuhi baku mutu atau aman untuk lingkungan.

Kepala DLH Wonogiri, Sri Wahyu Widayatto melalui Kabid Pembinaan Lingkungan Hidup, Konfrontadi Febianto mengatakan, pengecekan itu dilakukan setelah pihaknya menerima laporan dari sejumlah warga mengenai adanya ikan dan tanaman yang mati. Warga tersebut menduga kematian ikan dan tanaman karena limbah pabrik.

“Kami telah mengecek ke lokasi, turun ke sungai, ke sawah dan memeriksa pembuangan pabrik. Airnya tidak bau, saya oleskan ke kulit juga tidak gatal-gatal. Pada prinsipnya (limbah yang dibuang) sudah baku mutu. Tidak ada masalah,” kata Febianto, Rabu (11/9).

Pihaknya juga memeriksa kolam-kolam penampungan limbah. Air limbah pada kolam ke sembilan atau kolam terakhir sudah memenuhi baku mutu dan rutin diperiksa oleh Sucofindo. “Hanya, airnya agak keruh. Kami harap bisa dijernihkan lagi,” imbuhnya.

Di sisi lain, masih ada biota hidup di sungai sekitar pabrik tersebut. Adapun tanaman-tanaman yang mendapatkan air dari pabrik juga tumbuh dengan baik. “Tanamannya tumbuh subur. Cabainya juga berbuah lebat,” terangnya.

Minta Air Limbah

Terpisah, General Manager PT Arena Agro Andalan Hendy Halim mengatakan, limbah yang dikeluarkan pabrik itu telah memenuhi baku mutu. Bahkan, sejumlah petani justru meminta air limbah itu untuk mengairi tanamannya. Air tersebut tidak hanya mengatasi kekeringan tetapi juga meningkatkan kesuburan.

“Malah ada petani yang minta air dari kolam ke delapan yang lebih pekat karena bisa untuk pupuk. Lahan yang sebelumnya hanya tadah hujan, sekarang bisa tiga kali panen dalam setahun,” ujarnya.

Oleh karenanya, informasi adanya berton-ton ikan dan tanaman yang mati akibat limbah pabrik menurutnya tidak masuk akal. Terlebih, air yang mengalir di sungai sekitar pabrik sangat kecil.

Meski demikian, pihaknya terbuka untuk menanggapi permasalahan-permasalahan warga. “Begitu dapat kabar itu, kami langsung turun ke sungai. Kami juga langsung menemui petani-petani untuk mendapat informasi secara langsung,” terangnya,

Seperti diberitakan, sejumlah warga mengatakan ribuan ikan di sungai Dusun Sumberejo dan Mundu, Desa Purworejo, Kecamatan/Kabupaten Wonogiri mati massal, pekan lalu. Selain itu, beberapa petani mengaku tanaman padinya cepat mati. Sebagian warga menduga peristiwa itu disebabkan limbah yang masuk ke sungai sehingga terjadi pencemaran air.

Sriyanto (53) warga Dusun Mundu, Desa Purworejo mengatakan, ikan di sungai banyak yang mati. Selain itu selama tiga kali tanam, padinya selalu mati. “Dulu, saya bisa dapat 40 karung (gabah) sekali panen. Tetapi panen terakhir saya hanya dapat enam karung,” katanya, Jumat (6/9). (Khalid Yogi)

Editor : Budi Sarmun 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here