Praktik Galian C di Desa Karang Tolak Slogohimo Ditolak Warga

0
22
praktik-tambang-galian-c
FOTO ILUSTRASI

WONOGIRI,suaramerdekasolo.com – Sejumlah warga Kelurahan Karang, Kecamatan Slogohimo, Kabupaten Wonogiri menolak adanya aktivitas penambangan pasir. Pasalnya, proses pengangkutan material pasir tersebut dikhawatirkan akan merusak jalan-jalan di lingkungan mereka. Selain itu berdampak kebisingan dan debu yang berterbangan.

Kepala Kelurahan Karang, Dana Setiawan mengungkapkan, beberapa warga telah mengutarakan keluhan itu. Mereka juga memasang spanduk bertuliskan “Kami warga Dawung Karang Slogohimo dengan penuh rasa hormat menolak adanya tambang di Desa Sokoboyo” di jalan lingkungan mereka.

Dia menjelaskan, tambang pasir tersebut berlokasi di Desa Sokoboyo, Kecamatan Slogohimo. Jika tambang beroperasi, truk-truk pengangkut pasir kemungkinan akan melintasi di Lingkungan Dawung dan Lingkungan Kandangan, Kelurahan Karang.

Kompensasi

Oleh karenanya, warga khawatir jika tambang pasir itu beroperasi, lalu lintas truk pengangkut material akan merusak jalan di lingkungannya. “Warga juga khawatir akan terjadi kebisingan dan debu dari lalu lintas kendaraan pengangkut pasir,” katanya, Rabu (10/9).

Dana mengungkapkan, sudah ada pertemuan antara pihak pengelola tambang dengan warga. Pihak pengelola menyatakan bersedia memberikan fasilitas atau kompensasi. Tetapi, warga masih ngotot menolak.

Sementara itu, Camat Slogohimo Khamid Wijaya mengatakan, tambang pasir yang berada di Desa Sokoboyo itu dimiliki oleh warga Kecamatan Puhpelem. “Saat ini, tambang belum beroperasi,” katanya.

Warga Desa Sokoboyo di sekitar tambang tidak mempermasalahkan keberadaan tambang pasir. Hanya, warga Kelurahan Karang menolak karena khawatir truk pengangkut pasir yang melintasi lingkungan mereka akan merusak jalan, menimbulkan kebisingan, dan debu berterbangan.

Tambang tersebut menurutnya sudah mengantongi izin operasional sesuai peraturan yang ada. Warga sekitar calon lokasi pertambangan dan desa setempat juga sudah setuju.

Namun jika warga Kelurahan Karang bersikukuh menolak, Khamid tidak akan memaksa. “Sebenarnya, masih ada akses jalan lain. Kalau tidak boleh lewat Kelurahan Karang, masih ada alternatif jalan lain,” ujarnya. (Khalid Yogi)

Editor : Budi Sarmun 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here