Dosen UNS Temukan Bone Filler dari Tulang Sapi

0
53
dosen-uns-temukan-bone-filler
TEMUAN BONE : Bone filler temuan tim peneliti dosen UNS. (suaramerdekasolo.com/dok)

 

*Materi Tiruan PengIsi Tulang Rusak

SOLO,suaramerdekasolo.com- Dalam dunia medis, untuk mengoperasi tulang dibutuhkan bone graft atau material tiruan yang digunakan untuk memperbaiki atau menggantikan tulang yang rusak. Material yang biasa disebut bone filler tersebut berfungsi untuk mengisi tulang.

Alat kesehatan tersebut selama ini masih impor dari luar negeri dengan harga yang cukup mahal.

Berangkat dari kondisi itu, dosen Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret bersama sejumlah dosen dari lintas disiplin ilmu mengembangkan pengisi tulang dari tulang sapi. Dari baan yang selama ini hanya menjadi limbah, tim peneliti bisa menghasilkan produk lokal yang harganya sangat terjangkau.

“Kami mengembangkan pengisi tulang dari tulang sapi. Produk ini telah kami ujia secara in vivo dan bisa berfungsi sama dengan produk sejenisnyang dari impor, ” kata ketua Tim Peneliti Dr Joko Triyanto ST MT.

Dikemukakan, bone filler tersebut dibutuhkan untuk berbagai kasus patah tulang yang ditangani di RS, baik yang patah akibat bone loss (tulang hilang), operasi old fracture (fraktur yang traumanya lebih dari dua minggu) maupun fraktur yang dinyatakan tidak menyambung setelah diterapi lebih dari 6 bulan. Karena itu, kebutuhan untuk bone draft sangat besar.

Dikemukakan UNS mengembangkan dari bahan xenograft (dari tulang sapi). Tulang sapi diambil dari Rumah

Pemotongan Hewan (RPH) Jagalan, Solo. Adapun proses yang dilakukan menurut Joko terdapat beberaa tahapan. Yang pertama adalah pemilihan bahan yakni tulang sapi masih segar. Tulang tersebut kemudian diproses demineralisasi dan deproteinisasi atau menghilangkan kandungan mineral dan protein.

Hal iti dilakukan dengan cara tulang dijemur matahari kemudian direbus dengan air mendidih. Kemudian tulang dipotong dan dipanaskan di oven dengan suhu tinggi selama dua jam.

“Mengapa tulang sapi, sebab struktur mikro tulang sapi mirip dengan tulang manusia. Ini cukup compatible dam bisa diterima tubuh,” katanya.(Evie Kusnindya)

Editor : Budi Sarmun 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here