Kasus Narkoba Bumi Sukowati Diprediksi Meningkat

0
11
peredaran-narkoba-wonogiri
FOTO ILUSTRASI

SRAGEN,suaramerdekasolo.com – Jajaran Satuan Reserse Narkoba Polres Sragen memprediksi sampai akhir tahun ini kasus narkoba bakal melampaui kasus tahun sebelumnya. Pasalnya baru bulan ke sembilan ini sudah mendekati jumlah kasus narkoba pada tahun lalu.

Berdasar Informasi yang dihimpun dari Polres Sragen, Jumlah tersangka kasus narkoba pada 2018 yakni 49 tersangka. Sedangkan kasus yang terungkap yakni mencapai 42 kasus.

Tahun ini sampai Rabu (11/9) ini setidaknya ada 40 kasus narkoba yang berhasil diungkap Polres Sragen. Dengan rincian untuk kasus dengan barang bukti sabu terdapat 29 kasus, untuk ganja satu kasus, psikotropika ada tiga kasus dan obat-obatan keras sebanyak tujuh kasus.

“Untuk tahun ini sementara ada 49 tersangka dan masih dimungkinkan bertambah bila dibanding tahun lalu. Merujuk hasil 2018, saat ini jumlahnya memang sudah mendekati,” terang Kasat narkoba Polres Sragben AKP Joko Satriyo Utomo mewakili Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan.

AKP Joko menyampaikan, jumlah tersangka sudah menyamai hasil 2018 yakni 49 tersangka. Sedangkan kasus yang terungkap yakni mencapai 42 kasus. Namun demikian hasil yang diungkap pada 2018 juga lebih besar daripada 2017. Pada 2017 ada 32 kasus dengan jumlah tersangka mencapai 35 orang.

”Meski pada 2017 jumlahnya tidak sebanyak saat ini, namun pada 2017 lalu kami bukan sekedar menangkap pengedar. Namun juga berhasil menangkap bandar dengan barang bukti yang mencapai 60 gram,” tandas mantan Kasat Reskrim Polres Karanganyar tersebut.

Kerja Sama Berbagai Pihak

Pihaknya mengakui yang ditangkap saat ini adalah pemakai dan kurir. Sedangkan para bandar masih bisa mengendalikan dari balik jeruji besi berdasarkan pengakuan sejumlah tersangka. Mereka para tersangka rata-rata juga memakai.

AKP Joko menekankan, maraknya kasus narkoba yang terjadi, menjadikan untuk pemberantasan narkoba tidak bisa dibebankan pada aparat penegak hukum saja. Dia meminta semua elemen masyarakat dan terutama keluarga agar memberi bimbingan betapa bahayanya narkoba.

AKP Joko menegaskan, penyalahgunaan narkoba sudah masuk ke berbagai kalangan masyarakat mulai dari pejabat publik, artis, masyarakat biasa, bahkan yang memprihatinkan sudah menyasar kepada anak-anak. ”Banyak pengguna obat-obatan ini yang awalnya tergoda memakai narkona untuk merasakan kesenangan sesaat atau sebagai pelarian dari masalah yang dihadapi. Padahal, efek narkoba dapat merusak kesehatan secara fisik dan kejiwaan,” katanya. Diharapkan semua elemen masyarakat, peduli bersama-sama dalam menanggulangi bahaya narkoba. (Basuni Hariwoto)

Editor : Budi Sarmun 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here